Suara.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Asia telah menjadi poros kekuatan ekonomi dunia. Meski masih relatif banyak tantangan global yang harus dihadapi.
"Kita harus mampu membangun komunitas Asia agar tumbuh menjadi mesin penggerak ekonomi dunia yang kukuh," katanya ketika tampil sebagai pembicara kunci pada Forum Shanghai, Sabtu (28/5/2016) waktu setempat.
Forum Shanghai yang diselenggarakan tiap tahun sejak 2005 merupakan ajang diskusi tentang berbagai topik aktual dengan mengundang para pemimpin atau mantan pemimpin dunia, akademisi, pelaku usaha, pemerhati, dan pakar berbagai displin ilmu.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Forum Shanghai mengusung tema 'Economic Globalization and Asia's Choice Interconnectivity, Integration and Innovation: Building Community of Common Destiny in Asia'. Yudhoyono memaparkan situasi geopolitik dunia masih diselimuti ketidakpastian, antara lain, hubungan negara-negara besar yang relatif dinamis karena kurangnya kepercayaan strategis di antara mereka.
"Arsitektur keamanan regional, utamanya Asia Pasifik juga semakin dinamis dan sulit ditebak," tuturnya.
Terkait dengan itu, Yudhoyono berharap hasil pemilihan politik di Fillipina, Jepang, Korea Selatan, dan Australia mampu memberikan energi segar guna memperkuat kerja sama regional demi kemakmuran bersama. Situasi ekonomi global yang masih melambat menjadi tantangan yang harus dihadapi negara-negara Asia. Bahkan, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2016 sekitar 3,2 persen dari sebelumnya 3,4 persen.
Perlambatan ekonomi di Tiongkok, tindak kejahatan terorisme yang masih merajela, proses pemilu Amerika Serikat yang masih berlangsung, menjadi tantangan lain yang dihadapi Asia untuk mampu menjadi poros ekonomi dunia, kata Yudhoyono.
"Saya yakin abad Asia akan mampu tampil. Karena beberapa potensi kekuatan yang dimilikinya, seperti jumlah kelas menengah yang terus tumbuh yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pendapatan pajak, pertumbuhan kota, dan lainnya," katanya.
Bank Pembangunan Asia memprediksikan terdapat tiga miliar kelas menengah akan tumbuh di Asia pada tahun 2050. Jumlah tersebut berlipat-lipat lebih besar dibandingkan jumlah populasi AS, Kanada dan Amerika Latin.
"Keberadaan para kelas menengah juga akan menumbuhkan kewirausahaan lebih cepat di Asia. Kewirausahaan menandakan adanya kepercayaan diri dan kemandirian, dan berani mengambil risiko dan semuanya bermuara pada inovasi. Inovasi hal penting memenangi persaingan," kata Yudhoyono.
Selain itu, kekuatan lain untuk mendukung abad Asia adalah konektivitas, baik fisik maupun nonfisik atau dalam jaringan, misalnya media sosial. Konektivitas dalam berbagai dimensinya menjadi kekuatan pendorong bagi perubahan di Asia untuk tumbuh dan berkembang lebih baik, serta menjadi bagian penting evolusi abad Asia.
"Hal lain yang perlu dibangun adalah regionalisasi. ASEAN dapat menjadi contoh yang baik meski terdapat perbedaan kepentingan, nasionalisme di antara anggotanya. Namun, mampu bersatu menjadi kekuatan regional yang diperhitungkan. Asia harus benar-benar bersatu dan kuat untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan," kata Yudhoyono. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah