Wisatawan mancanegara asal Serawak, Malaysia, Majidi Oma, senang bisa liburan ke Dusun Meliau, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. [suara.com/Bowo Raharjo]
Sejak Oktober 2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menenggelamkan lebih dari 151 kapal penangkap ikan secara ilegal di berbagai daerah.
Masyarakat Indonesia, khususnya nelayan tradisional, memuji tindakan Menteri Susi. Para pemancing ikan, seperti warga Malaysia, Majidi Oma, ikut mengapresiasi.
"Sekarang Indonesia punya Menteri Perikanan Susi Pujiastuti yang top banget kerjanya, saya salut sama dia, dia ledakin semua kapal-kapal pencuri ikan dari berbagai negara," ujar Majidi Oma di Rumah Betang, Dusun Meliau, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Majidi merupakan wisatawan yang sudah belasan kali mancing di perairan Dusun Meliau. Perairan ini kaya akan ikan.
Menurut Majidi banyaknya pencurian ikan di perairan Indonesia sudah pasti menimbulkan kerugian negara.
Perairan di kawasan Dusun Meliau masuk bagian dari Heart of Borneo.
Majidi senang memancing di sana karena ada aturan yang dibuat oleh Suku Dayak Iban. Ikan yang didapat dari memancing tidak boleh dibawa pulang atau harus dilepaskan kembali ke habitatnya.
"Saya suka aturan di sini, agar kelestarian ikan disini terus terjaga. Tapi kalau bicara pencurian ikan memang banyak di berbagai negara, tapi saya suka dengan kerja Menteri Susi dalam menenggelamkan kapal pencuri ikan, itu membuat efek jera menurut saya," kata Majidi.
Kapal-kapal yang telah dibakar Menteri Susi, antara lain 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, dua kapal Papua Nugini, satu kapal Tiongkok, dan 14 kapal berbendera Indonesia.
Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing mengacu pada Pasal 76A UU Nomor 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan, yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri.
Masyarakat Indonesia, khususnya nelayan tradisional, memuji tindakan Menteri Susi. Para pemancing ikan, seperti warga Malaysia, Majidi Oma, ikut mengapresiasi.
"Sekarang Indonesia punya Menteri Perikanan Susi Pujiastuti yang top banget kerjanya, saya salut sama dia, dia ledakin semua kapal-kapal pencuri ikan dari berbagai negara," ujar Majidi Oma di Rumah Betang, Dusun Meliau, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Majidi merupakan wisatawan yang sudah belasan kali mancing di perairan Dusun Meliau. Perairan ini kaya akan ikan.
Menurut Majidi banyaknya pencurian ikan di perairan Indonesia sudah pasti menimbulkan kerugian negara.
Perairan di kawasan Dusun Meliau masuk bagian dari Heart of Borneo.
Majidi senang memancing di sana karena ada aturan yang dibuat oleh Suku Dayak Iban. Ikan yang didapat dari memancing tidak boleh dibawa pulang atau harus dilepaskan kembali ke habitatnya.
"Saya suka aturan di sini, agar kelestarian ikan disini terus terjaga. Tapi kalau bicara pencurian ikan memang banyak di berbagai negara, tapi saya suka dengan kerja Menteri Susi dalam menenggelamkan kapal pencuri ikan, itu membuat efek jera menurut saya," kata Majidi.
Kapal-kapal yang telah dibakar Menteri Susi, antara lain 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, dua kapal Papua Nugini, satu kapal Tiongkok, dan 14 kapal berbendera Indonesia.
Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing mengacu pada Pasal 76A UU Nomor 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan, yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya
-
Sebelum Targetkan Rute Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Pemerintah Prioritaskan Bereskan Satu Hal Ini
-
7 Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Rejang Lebong dan Wakilnya
-
Vladimir Putin Batuk, Amerika Serikat dan Sekutunya Ketar-ketir
-
Muka Dua Inggris: Ngaku Tak Dukung Serangan AS-Israel tapi Larang Aksi Damai Pro Iran
-
Guru Besar UGM di HUT ke-12 Suara.com: Jadilah Suara yang Lantang Mencari Kebenaran
-
Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Iran Jadikan Umat Islam Timteng Intel Pembocor Markas AS dan Israel Biar Bisa Dibom
-
Dikabarkan Melarikan Diri, Benarkah Netanyahu Kabur ke Berlin dan Sembunyi di Bungker Jerman?
-
Khoirudin di HUT ke-12 Suara.com: Terus Semangat Menghadirkan Informasi yang Jernih dan Berkualitas