Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (3/3). [suara.com/Oke Atmaja]
Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan Jaksa Agung Prasetyo, Senin (6/6/2016). Rapat yang dipimpin oleh Politisi Demokrat Benny K Harman kali ini membahas tentang APBN-P 2016.
Rapat ini tetap berjalan meskipun belum memenuhi kuorum dari total jumlah anggota. Saat rapat ini dimulai baru ada 17 orang dari total 40 orang. Meski demikian, Benny melanjutkan rapat karena ada enam fraksi yang hadir dalam rapat ini.
"Atas izin bapak dan ibu sekalian, izinkan kami membuka rapat ini. Rapat dibuka secara umum," kata Benny membuka rapat.
Dalam paparannya, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan anggaran Kejaksaan Agung yang mencapai Rp4 triliun masih dirasakan kurang cukup untuk penanganan Pidana Umum dan Pidana Khusus/Perdata. Meski demikian, Prasetyo mengklaim ada penghematan hingga Rp162 miliar pada bulan Mei 2016.
Selain itu, Prasetyo menerangkan kekurangan biaya ini karena adanya perubahan biaya langanan listrik, PLN, telepon, internet, mutasi pegawai. Selain itu juga ada perubahan dalam pokok perkantoran di antaranya pemeliharaan kendaraan.
Kemudian, Prasetyo menerangkan tentang pembangunan rumah rumah susun sewa di Kedoya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas penegakan hukum, dan adanya anggaran untuk pengadaan persandian, IT serta penginderaan.
Selain itu, Prasetyo menerangkan adanya moratorium pembangunan gedung kantor membuat Kejaksaan Agung mengalami permasalahan. Karena, sejalan dengan pemekaran daerah, Kejaksaan mengalami permasalahan di bidang penyediaan kantor bagi Kejati dan Kejari yang didirikan. Seperti di Sulawesi Barat, dan Papua Barat, belum ada Kejatinya.
"Kami berharap dukungan dari DPR Komisi III untuk anggaran dapat diupayakan di APBN-P 2016 ini," ujarnya.
"Sehingga kita minta tambahan Rp310 miliar," kata Prasetyo.
Komentar
Berita Terkait
-
Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
-
Aparat Kewalahan, Massa Duduki Gerbang Kejagung dan Hadang Jalan Panglima Polim
-
Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan 'Febrie'
-
Eks Waka PPATK Desak Tim 9 Usut Asal-usul Emas 74 Kg Milik Febrie Adriansyah
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal