Suara.com - Musisi yang berhasrat menjadi calon gubernur Jakarta periode 2017-2022, Ahmad Dhani, menilai Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto salah mendapatkan informasi terkait rencana aksi Panggung Rakyat Tangkap Ahok di gedung KPK, Kamis (6/6/2016) lalu.
Ahmad Dhani mengatakan hari itu, dia dan aktivis Ratna Sarumpaet sebenarnya tidak ngotot untuk menyelenggarakan konser musik Panggung Rakyat Tangkap Ahok. Ahmad Dhani membantah truk yang ditahan Polda Metro Jaya hari itu, mengangkut alat musik.
"Makanya menurut saya Kapolda mendapatkan info yang salah, saya tidak ngotot menggelar konser musik terbukti di mobil box saya tidak ada alat musik, itu faktanya," kata Ahmad Dhani di Polda Metro Jaya, Senin (6/6/2016).
Ahmad Dhani menambahkan hari itu dihubungi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti dan diimbau jangan menyelenggarakan konser musik karena akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Ahmad Dhani pun mengikuti imbauan tersebut.
"Saya sudah ditelepon sama Krishna Murti, katanya 'jangan ada pentas,' oke siap. Saya nggak pentas, saya membawa speaker dan pengeras suara supaya kalo ngomong kedengeran, gitu," kata dia.
Menurut Ahmad Dhani informasi yang diterima Moechgiyarto hari itu keliru sehingga aksi dibatalkan. Soalnya, truk tronton dan delapan kru Ahmad Dhani diamankan polisi saat dalam perjalanan menuju ke gedung KPK.
"Nah ternyata rupanya Kapolda dapat info yang salah, dalam kalimatnya Kapolda saya ngotot mau konser musik. Kalaupun ada konser musik kenapa dilarang, Slank aja boleh," kata dia.
Hari ini, Ahmad Dhani ke Polda Metro Jaya untuk ketemu Kapolda. Dia sekaligus ingin minta penjelasan dari Kapolda mengenai pernyataan yang akan mempidanakan Ahmad Dhani menyusul aksi hari Kamis.
Beberapa waktu yang lalu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono menjelaskan pengamanan tronton berisi alat peraga aksi tidak dimaksudkan untuk membungkam hak warga menyampaikan pendapat di muka umum. Tetapi, tujuannya lebih ke antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan polisi, di antaranya kemacetan lalu lintas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA