News / Metropolitan
Senin, 06 Juni 2016 | 15:41 WIB
Dua pendiri relawan Teman Ahok Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang sepat di tahan di Singapura jumpa pers di Jakarta, Minggu (5/6/2016). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik menyebut tindakan yang dilakukan dua pendiri komunitas Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang, memalukan. Pernyataan Taufik menyusul adanya larangan masuk ke Singapura kedua relawan pada Sabtu (4/6/2016), mereka juga sempat diinterogasi petugas imigrasi karena dicurigai akan melakukan kegiatan politik.

"Saya pikir itu memalukan. Sangat disayangkan kalau ada WNI yang ditangkap," ujar Taufik kepada Suara.com, Senin (6/6/2016).

Taufik mengaku tak habis pikir dengan aktivitas relawan Teman Ahok. Mereka sampai menyambangi Singapura hanya untuk mengumpulkan fotokopi KTP warga Jakarta.

"Mungkin sudah habis KTP di Jakarta, makanya harus ke luar negeri ke Singapura," katanya.

Dia menyebut kegiatan relawan Teman Ahok di Singapura merupakan kegiatan terselubung.

"Dimana-mana, kan kegiatannya terselubung, disini (kegiatan Teman Ahok di Indonesia) saja terselubung," kata Taufik.

Dia mengimbau relawan Teman Ahok jangan melakukan aksi di luar negeri, tapi cukup di Jakarta saja.

"Saya kira jangan dilakukan lagi lah di luar Indonesia, kalau mau di dalam Indonesia aja, misalnya ke Jawa, ke Bangka Belitung. Jangan sampai keluar negara lah," katanya.

Amalia dan Richard sempat ditahan imigrasi Singapura ketika baru tiba di Bandara Changi pada Sabtu (4/6/2016). Setelah 12 jam lamanya ditaruh di ruang isolasi, atas peran KBRI Singapura, akhirnya imigrasi membebaskan dan memulangkan mereka ke Indonesia.

Load More