Suara.com - Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan kasus salah ketik undangan Kementerian Dalam Negeri kepada KPK yang tertulis Komisi Perlindungan Korupsi hendaknya bisa dijadikan bahan introspeksi bagi KPK. Meskipun sudah diklarifikasi bahwa kesalahan ketik tersebut hanya merupakan human error, tanggapan rakyat terhadap berita tersebut tetap perlu diperhatikan.
"Menurut kami justru banyak rakyat yang membenarkan kesalahan ketik tersebut. Hal tersebut bisa kita lihat dari tanggapan pembaca yang diposting di bawah berita. Harus diakui saat ini KPK ada kecenderungan rakyat mulai meragukan kinerja, kredibilitas dan independensi KPK," kata inisiator Advokat Cinta Tanah Air Habiburokhman kepada Suara.com, Jumat (10/6/2016).
Habiburokhman mengatakan saat ini setidaknya ada dua kasus yang membuat rakyat ragu terhadap KPK.
Yang pertama, menurut Habiburokhman, kasus Rumah Sakit Sumber Waras, dimana BPK secara terang benderang sudah menyatakan adanya indikasi kerugian keuangan negara, namun KPK justru tidak segera menetapkan tersangka.
"Sangat sulit bagi siapapun yang mengerti hukum untuk memahami sikap KPK tersebut. Pimpinan KPK bahkan sempat melontarkan pernyataan kontroversial soal belum ditemukannya niat jahat dalam kasus tersebut," kata dia.
Yang kedua adalah soal kasus retribusi tambahan reklamasi. Menurut Habiburokhman sudah menjadi pengetahuan dasar bagi praktisi hukum bahwa retribusi daerah hanya bisa dipungut berdasarkan perda, namun dalam kasus reklamasi retribusi hampir Rp400 miliar diduga dipungut saat perda belum disahkan.
"Banyak pejabat publik yang sudah menghuni hotel prodeo hanya karena dana beberapa miliar yang dipungut tanpa dasar hukum jelas, namun dalam kasus reklamasi teluk Jakarta KPK terlihat sangat ragu untuk menetapkan tersangka," katanya.
Jika dibiarkan, kata dia, melunturnya kepercayaan rakyat tersebut akan sangat membahayakan KPK dan bahkan program pemberantasan korupsi secara keseluruhan.
"Kita tahu rakyatlah yang berkali-kali pasang badan secara langsung ketika KPK mendapat serangan politik dan hukum seperti kasus cicak buaya jilid I dan II. Tanpa adanya dukungan rakyat mungkin saja saat ini KPK sudah dibubarkan," kata Habiburokhman.
Satu-satunya jalan bagi KPK untuk meraih kembali kepercayaan dan dukungan masyarakat dalam waktu singkat adalah dengan menuntaskan kasus Sumber Waras dan retribusi reklamasi Teluk Jakarta.
"KPK juga harus mengabaikan propaganda yang mengaitkan pengusutan dua kasus tersebut dengan pilkada DKI. Siapapun termasuk gubernur DKI jika memang terlibat harus ditetapkan sebagai tersangka," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Sultan Kemnaker Bantu Carikan LC
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Dalami Pemerasan Eks Bupati Pati Sudewo, 3 Orang Perangkat Desa Diperiksa Penyidik KPK
-
Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK
-
KPK Panggil 6 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pajak, Mayoritas Berasal dari PT Wanatiara Persada
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum