Suara.com - Pengamat kepolisian Hermawan Sulistyo memprediksi Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan paling potensial untuk menjadi kapolri.
"BG di atas kertas masih punya tiket, DPR tidak pernah mencabut BG sebagai calon kapolri," kata Hermawan dalam diskusi bertema Mencari Sosok Kapolri: Senayan vs Istana di kantor PARA Syndicate di Jalan Wijaya Timur III, kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2016).
Menurut Hermawan, Budi Gunawan sudah memenuhi syarat untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun bulan Juli nanti. Apalagi, dulu dia pernah dipilih Jokowi dan sudah disetujui DPR untuk menjadi calon tunggal kapolri.
"BG kan memenuhi persyaratan kapolri, apakah Presiden mau, kalau usulan ditolak, berdasarkan proses hukum dan tidak pernah dicabut, karena dalam tekanan politik saja," ujar Hermawan.
Tetapi semua itu baru prediksi. Hermawan Sulistyo mengakui sulit membaca pilihan Presiden, apakah Badrodin akan diperpanjang masa jabatannya atau melakukan regenerasi dengan mengangkat perwira tinggi yang baru.
"Siapapun belum bisa membaca pikiran Presiden. Saya kalau ditanya juga tidak tahu siapa calon Presiden pilihan Pak Jokowi. Hanya Tuhan dan Jokowi yang tahu siapa calon kapolri," kata Hermawan.
Saat ini nama-nama kandidat yang telah diseleksi Komisi Kepolisian Nasional sudah disetorkan ke Jokowi. Nama-nama tersebut sejauh ini belum dikirim Jokowi ke Komisi III DPR untuk dilakukan fit and proper test.
Hermawan mengatakan semua kalangan sekarang sedang menunggu keputusan Presiden Jokowi.
"Kita sama-sama tunggu saja keputusan Presiden seperti apa. Karena ini semua keputusan beliau," kata Hermawan.
Saat ini ada tujuh nama komisaris jenderal yang berpotensi menjadi calon Kapolri. Mereka adalah Sestama Lemhanas Suhardi Alius, Kepala BNPT Tito Karnavian, Kalemdikpol Syafruddin, Inspektur Pengawasan Umum Dwi Priyatno, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Putut Eko Bayu Seno, dan Kepala BNN Budi Waseso.
Kisah Budi Gunawan
Nama Budi Gunawan mencuat setelah KPK menetapkannya menjadi tersangka. Status tersebut kemudian menggagalkan langkah Budi Gunawan menjadi kapolri, di detik-detik terakhir. Padahal, ketika itu dia merupakan calon tunggal kapolri yang dipilih Presiden Jokowi.
Setelah KPK menjadikan Budi Gunawan tersangka, terjadilah ketegangan antara Polri dan KPK. Sejumlah komisioner KPK dilaporkan ke polisi. Bahkan, dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto kemudian dijadikan polisi sebagai tersangka.
Belakangan, gugatan praperadilan Budi Gunawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikabulkan dan status tersangkanya dianggap tidak sah. Tetapi, Presiden telah mencabut pencalonan Budi Gunawan menjadi kapolri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba