Satuan Tugas Pengendalian Harga Bahan dan Makanan Bareskrim Polri terus melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah pasar dan lokasi Feedloter (penggemukan sapi) serta Rumah pemotongan hewan (RPH) di Wilayah Jabodetabek. Upaya ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga pangan stabil di bulan Ramadan hingga Lebaran.
Peninjauan ke Feedloter dan RPH ini untuk mengetahui kondisi pasokan daging sapi dan harga yang ditetapkan dari lokasi tersebut.
Menurut Direktur Tindak Pidana Khusus, Bareskrim Brigjen Agung Setya, upaya yang dilakukan Satgas selain untuk menjaga stabilitas harga daging juga untuk menindak para spekulan yang selalu memanfaatkan permainan harga pada bulan puasa dan menjelang lebaran.
"Tentunya ini juga harus melibatkan semua pemangku kepentingan terkait agar pasokan daging sapi tetap terjaga sehingga harga stabil," kata Agung, di Jakarta, Sabtu (11/7/2016).
Meski demikian, Agung mengakui adanya euforia pedagang maupun spekulan di bulan puasa.
"Tiap tahun pegawai dapat THR dan di sisi lain pedagang berharap punya pendapatan lebih. Sehingga kenaikan harga saat puasa dan jelang lebaran sudah dianggap menjadi kebiasaan," kata mantan Kasubdit Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini.
Oleh karenanya, Agung mengakui pihaknya akan tetap melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar untuk mengecek harga-harganya.
"Di pasar induk, PD Jaya, sidak dengan KPPU di Tangerang, kami lihat situasinya normal. Stok masih ada, proses pemotongan untuk daging ada," tutur Agung.
Sejumlah pasar yang telah dipantau Satgas pada Jumat (10/5/2016) adalah Pasar Minggu dan Lenteng Agung serta Pondok Labu.
Wilayah lain yang juga dilakukan pantauan adalah Pasar Sunter Podomoro, Rawa Badak,Kelapa Gading, Pademamgan Timur dan Palmerah, serta Pengumben.
Berita Terkait
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Mafia Beras Rugikan Masyarakat Rp169 Triliun, 39 Orang Jadi Tersangka
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Mantan Wakapolri Oegroseno Penuhi Klarifikasi Bareskrim soal Dugaan Korupsi Lahan Sepolwan
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
-
Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana
-
Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya
-
Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026
-
BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026
-
Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat
-
Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan
-
Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti
-
22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah