Suara.com - Banyak orang bertanya2 tentang bagaimana sikap Presiden Jokowi melihat Ahok. Sebagian besar menafsirkan Presiden mendukung langkah Ahok untuk maju sebagai calon independen. Apalagi Ahok memang diketahui punya kedekatan dengan Presiden.
Namun, menurut politisi PDIP Adian Napitupulu ternyata Jokowi tak menyarankan Ahok untuk maju dari jalur independen.
Mantan aktivis 98 itu mengatakan hal itu diungkapkan Jokowi kepadanya awal Mei lalu saat ia mendampingi Jokowi melihat pameran 600 foto di Atrium yg diselenggarakan oleh relawan.
Sambil melihat-lihat foto, ujarnya, ia juga menyampaikan beberapa hal pada Presiden mulai dari BUMN, hubungan antara DPR dengan mitra kerja yang kurang harmonis hingga harga kebutuhan pokok di pasaran.
"Di luar dugaan, Presiden sambil melihat foto, tiba-tiba berbalik menatap saya dan Sihol Manulang ketua Bara JP yg ikut mendampingi. Presiden kemudian mengajukan pertanyaan yang tidak saya duga. "Bagaimana Ahok menurut kamu?"," ujarnya.
Dari pertanyaan ini kemudian diskusi singkat, yang pada intinya ia menangkap Jokowi berkeinginan Ahok tidak maju dari jalur perseorangan karena Jakarta berbeda dengan provinsi lainnya, Jakarta adalah Ibu Kota dan membangun Jakarta butuh kekuatan besar dan dikerjakan bersama sama.
Dari pembicaraan itu, akhirnya Presiden meminta Adian berbicara pada Ahok. Dan, tampaknya presiden serius dengan permintaan ini. Karena saat akan masuk ke dalam mobil, Jokowi kembali mengingatkannya untuk bicara kepada mantan bupati Belitong Timur itu.
"Saya sampaikan cerita di atas karena Rakyat perlu tahu bahwa benar Presiden Jokowi menyayangi Ahok tapi Presiden Jokowi jauh lebih menyayangi Rakyat Jakarta," sebut Adian dalam keterangannya yang diterima suara.com.
Ia menambahkan, merangkul relawan serta berjalan bersama Partai akan memudahkan Ahok bukan saja untuk memenangkan pilkada tapi memenangkan program program pembangunan selama 5 tahun di DPRD demi kesejahteraan Rakyat Jakarta.
Berita Terkait
-
Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya Pembujukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi!
-
Rismon Bandingkan Diri dengan Einstein: 'Ilmuwan Saja Bisa Revisi, Kenapa Saya Dicap Pembelot?'
-
Tak Bisa Hadir Jadi Saksi Kasus Ijazah Jokowi, Aiman Witjaksono Utus Tim Legal Temui Penyidik Polda
-
Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi
-
Usai Akui Ijazah Jokowi Asli, Pelapor Sepakat RJ Rismon, Kasus Segera SP3?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan
-
Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung
-
Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi
-
Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran