Suara.com - Jika Anda pernah menerima email berisi peringatan keras dari atasan atas kesalahan yang Anda lakukan di tempat kerja, mungkin itu tak akan separah peringatan yang diterima oleh para karyawan di China berikut ini. Sebuah video yang beredar di situs jejaring sosial Weibo memperlihatkan bagaimana sejumlah karyawan dan karyawati bank dipukul karena tidak bisa memberikan performa kerja yang baik.
Lansiran surat kabar People's Daily, sejumlah karyawan dan karyawati Changzhi Rural Commercial Bank diminta naik ke panggung. Diduga, mereka diminta maju karena performa buruk yang mereka tunjukkan dalam pekerjaan.
Mereka lalu ditanyai oleh sang trainer, "Mengapa kalian mendapat ranking terendah hari ini?". Para karyawan dan karyawati pun menjawab, "Karena kami tidak bekerja maksimal".
Si "trainer" lalu berjalan hilir mudik sembari memukuli bokong para karyawan dan karyawati dengan sebuah alat yang menyerupai tongkat pemukul berukuran lebar.
Karyawan lain yang duduk dan melihat pemberian hukuman tersebut terlihat memalingkan wajah mereka, tidak tega menyaksikan kolega mereka diperlakukan seperti itu.
Setelah video tersebut beredar luas di internet, Jiang Yang, sang "trainer" meminta maaf di Weibo. Menurutnya, memukul adalah metode pelatihan yang sudah ia praktikkan selama bertahun-tahun.
Lansiran BBC, dua pejabat eksekutif bank, termasuk seorang direktur, diberhentikan. People's Daily melaporkan, bank tersebut sudah tidak lagi mengadakan sesi latihan tersebut. Mereka juga kabarnya tengah berdiskusi soal rencana pemberian kompensasi bagi para karyawan yang dipukul. (News.com.au)
Berita Terkait
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Karyawan One Month Notice Apakah Dapat THR? Cek Aturan Terbarunya di Sini
-
Apakah Kerja 2 Bulan Dapat THR? Simak Penjelasan dan Perhitungannya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?