Suara.com - Mantan Ketua Mantiqi (wilayah kekuasaan) III Jamaah Islamiyah (JI) Mohamad Nasir alias Nasir Abas menyerukan kepada seluruh kelompok sipil bersenjata, termasuk pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah untuk menyerahkan diri kepada aparat keamanan.
Nasir Abas hadir di Palu sebagai narasumber dalam dialog menangkal deradikalisasi mengatasnamakan agama yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Palu pada salah satu hotel di kota Palu, Rabu (22/6/2016) malam.
Ia meminta Santoso dan kelompoknya segera menghentikan aksi radikalisme dan tidak melanjutkan niatnya yang dinilai tidak sejalan dengan ideologi bangsa.
"Cukuplah Santoso, turunlah, menyerahkan dirilah lebih baik, kasihan sama keluarga. Untuk tujuan apa lagi. Indonesia tidak memusuhi atau memerangi umat Islam. Indonesia menghargai dan memberikan banyak kemudahan kepada Islam," serunya.
Dia meyakini jika Santoso memiliki niat baik untuk menghentikan aksinya, maka pasti akan diterima secara baik oleh masyarakat. Baginya, niat baik, pasti dibalas baik pula oleh Allah SWT.
Dia merasa terpanggil untuk memberikan seruan tersebut mengingat secara garis perjuangan, Santoso termasuk anak buahnya ketika masih aktif di JI. Segala pengetahuan Santoso dan kelompoknya saat ini, juga merupakan bagian dari binaan JI.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dalam melakukan aksinya, Santoso tidak mempunyai tujuan akhir, sama seperti kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
"Santoso juga tidak punya tujuan akhir karena tidak punya pikiran strategis. Yang ada adalah bagaimana 'action', itu saja. Bagi mereka yang penting berbuat sesuatu," ungkapnya.
Saat dirinya masih tergabung dalam JI, mereka memiliki keyakinan bahwa paling tidak, seumur hidup pernah berjihad.
"Pernah melakukan sesuatu, pernah terlibat kontak senjata, pernah melawan yang dianggap sebagai musuh, mau dia polisi, tentara atau siapalah. Oleh karena itu mereka pergi ke Afganistan, Filipina atau ke tempat konflik, karena ada keinginan yang besar untuk mendapatkan sesuatu yang mereka sebut sebagai fadilah. Inilah yang terjadi dengan Santoso saat ini," tutup Nasir. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove