Suara.com - Bangladesh memberangus propaganda-propaganda berbau ekstrimisme yang beredar di situs-situs media sosial menyusul aksi pembantaian yang menewaskan 20 sandera di restoran Dhaka, Bangladesh, Jumat pekan lalu.
Otoritas mengatakan, pembantaian yang terjadi di restoran Holey Artisan itu mengungkap fakta bahwa media sosial amat berperan dalam merekrut kaum muda untuk bergabung dalam gerakan ekstrimis.
"Media sosial menjadi ladang yang subur bagi perekrutan militan," kata ketua pengawas telekomunikasi Bangladesh, Shahjahan Mahmood kepada AFP.
"Serangan tersebut membuka mata kami. Para kelompok jihad membujuk kaum muda melalui media sosial," lanjutnya.
Mahmood mengatakan, Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh (BTRC) meminta YouTube untuk menghapus video-video bermuatan ajaran radikal, termasuk yang disebarkan oleh ulama garis keras Jashim Uddin Rahmani.
Rahmani pernah divonis lima tahun penjara bulan Desember lalu setelah kedapatan memprovokasi militan untuk membunuh blogger ateis, Ahmed Rajib Haider pada tahun 2013.
Setelah pembantaian terjadi, terungkap bahwa beberapa pelaku masih berusia muda, melek teknologi, dari keluarga berada, dan dapat mengakses media sosial dengan mudah. Ayahanda dari Roham Imtiaz (20), salah satu tersangka pelaku yang terbunuh di tangan pasukan khusus, mengatakan bahwa ia yakin bahwa putranya diradikalisasi lewat dunia maya.
Tahun lalu, Imtiaz pernah mengunggah sebuah pesan di Facebook yang isinya mengajak Muslim untuk menjadi teroris.
"Ia Muslim yang taat. Mungkin ia diradikalisasi lewat internet," kata ayahanda Imtiaz.
"Namun saya tidak pernah memeriksa apa yang ia lihat di internet... seseorang mungkin telah mencuci otaknya," lanjutnya.
Polisi Bangladesh mengeluarkan peringatan pada Rabu bahwa siapapun yang membagikan propaganda secara online, akan dihukum.
"Mengunggah, membagikan, berkomentar, atau menyukai video, gambar, atau pidato di media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Youtube untuk mendukung ISIS adalah pelanggaran yang bisa dikenai hukuman," kata Deputi Inspektur Jenderal Polisi A.K.M. Shahidur Rahman. (AFP)
Berita Terkait
-
Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review
-
Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
-
The Last House Seharusnya Menjadi Film Tentang Keluarga Bukan Monster
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu
-
Wealth Management BNI Kian Solid, AUM BNI Private Tumbuh 21%
-
Selat Hormuz Kembali Lancar, ICP Indonesia Turun ke 81,68 Dolar AS per Barel
-
IHSG Bergerkan Melemah di Level 6.300 Pagi Ini, Saham GIAA Melesat
-
Mulai Rp 1,35 Juta, Ini Harga Tiket Konser NCT 127 'The RedLine' di Jakarta
-
30 Kata-kata Ucapan 17 Agustus Aesthetic untuk Caption Instagram dan WA