News / Nasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 07:03 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat judi online internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing di Jakarta Barat.
  • Rudianto Lallo mengapresiasi penindakan tersebut sebagai langkah serius dalam memberantas ancaman kejahatan siber yang merusak stabilitas ekonomi.
  • DPR mendesak kepolisian mengusut tuntas aktor intelektual serta memperkuat koordinasi internasional untuk memberantas mafia judi hingga ke akar.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mengapresiasi langkah tegas Bareskrim Polri yang berhasil membongkar sindikat judi online (judol) internasional di Jakarta Barat. 

Pengungkapan jaringan besar ini dinilai sebagai bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam memerangi kejahatan siber lintas negara yang kian terorganisir.

Ia menekankan bahwa praktik judi online saat ini telah bertransformasi menjadi ancaman serius yang merusak stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat secara luas.

"Saya mengapresiasi kerja cepat dan terukur dari Bareskrim Polri. Ini bukan perkara kecil. Judi online sekarang sudah menjadi kejahatan transnasional yang merusak masyarakat dari bawah sampai atas. Negara tidak boleh kalah dengan bandar judi,” kata Rudianto kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Politikus Partai NasDem tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memberikan ruang sedikit pun bagi sindikat internasional untuk beroperasi. 

Ia mendesak kepolisian untuk melakukan pengusutan tuntas, termasuk mengejar para aktor intelektual dan pihak-pihak yang memberikan perlindungan di balik layar.

“Kalau ada yang mencoba menjadikan Indonesia sebagai surga judi online, aparat harus sapu bersih. Bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan berhenti di operator lapangan saja. Kejar bandar, aliran uangnya, termasuk siapa yang bermain di belakang layar,” tegasnya.

Legislator asal Dapil Sulawesi Selatan I ini juga menyoroti dampak destruktif judi online yang menyasar masyarakat menengah ke bawah hingga generasi muda. 

Menurutnya, banyak keluarga yang hancur akibat jeratan candu judi online yang berujung pada kemiskinan dan kriminalitas.

Baca Juga: Pemodal Masih Diburu! Bareskrim Pastikan 275 WNA Kasus Judol Hayam Wuruk Disidang di Indonesia

"Korban judi online ini nyata. Banyak masyarakat kecil kehilangan penghasilan, rumah tangga hancur, anak muda rusak masa depannya. Karena itu saya selalu katakan, perang terhadap judi online harus menjadi gerakan bersama dan tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya. 

Lebih lanjut, ia mendorong Polri untuk terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dan kerja sama internasional guna menutup celah operasional jaringan judi lintas negara. Ia berharap konsistensi penegakan hukum tetap dijaga agar ekosistem judi online tidak kembali tumbuh.

"Saya percaya Polri serius. Tinggal sekarang konsistensi penindakannya harus dijaga. Jangan beri ruang sedikit pun kepada mafia judi online untuk tumbuh di negara ini,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Bareskrim Polri dilaporkan telah mengamankan ratusan orang yang diduga terlibat dalam operasional judi online internasional. Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita barang bukti berupa perangkat komputer, ponsel, dokumen, hingga paspor milik para pelaku yang mayoritas merupakan warga negara asing (WNA).

Load More