Suara.com - Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Jaswandi membenarkan bahwa Helikopter HA-5073 milik TNI AD yang jatuh milik Kodam IV Diponegoro. Helikopter itu jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/7/2016) pukul 15.00 WIB.
"Ya benar pesawat helikopter ini alat milik Kodam IV Diponegoro yang sedang bertugas dalam rangka patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo," kata Pangdam IV Diponegoro Mayjen Jaswandi di lokasi kejadian.
Menurut dia, TNI AD akan membentuk tim untuk menyelidiki penyebab kejadian jatuhnya helikopter yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tiga orang luka tersebut.
"Tim saat ini sudah berangkat dari Jakarta untuk melakukan investigasi atas musibah tersebut," katanya.
Ia mengatakan untuk evakuasi badan helikopter masih menunggu penyelidikan di lokasi selesai terlebih dahulu.
"Evakuasi badan pesawat belum dilakukan malam ini, masih menunggu tim untuk penyelidikan di lokasi," katanya.
Kecelakaan itu mengakibatkan 3 orang meninggal. Mereka adalah Letda Cpn Angga Juang (Pnb II), Serda sirait, dan seorang sipil Fransisca Nila Agustin. Sementara 3 orang lainnya luka berat. Mereka adalah Kpt Cpn Titus Benekditus Sinaga, Serka Rohmat, dan Serda sukoco. Sebanyak 2 rumah rusak sebagian. Rumah itu milik Heru dan Parno. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat
-
Anggota Komisi III DPR: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim MK!
-
SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
-
Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
-
Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'
-
MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
-
Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
-
Nasib Tragis Sutaji, Pemuda Pondok Labu Tewas Terlindas Transjakarta di Depan Bus Stop Taman DDN
-
Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan
-
6 Fakta Amuk Angin Kencang di Cibinong, Warga Histeris Lihat Atap Pakansari Berterbangan