Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dari sembilan orang yang berada di perahu, lima orang berhasil ditemukan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan dua orang hilang.
Korban selamat bernama Firman (30) yang merupakan nakoda perahu, Imansyah (31), Refa (23), Mulan (12), dan Lina (16). Sedangkan korban meninggal dunia adalah Indri (35) dan Riski (1). Kedua korban adalah ibu dan anaknya. Dua orang yang masih hilang adalah Sifa (3) dan Mila (16). Korban adalah pendatang yang akan berkunjung ke rumah kerabatnya untuk berlebaran.
BPBD Kabupaten Bungo bersama Unit Rescue Damkar Bungo, TNI, Polri, SAR dan masyarakat melakukan evakuasi dan pencarian korban. BPBD dan Damkar mengerahkan perahu, tenda, lampu penerangan dan 8 personil. Posko sudah didirikan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi.
Sementara itu, musibah robohnya jembatan atau dermaga di Kepulauan Berhala, Kabupaten Lingga Provinsu Kepulauan Riau pada Kamis (7/7/2016) pukul 21.00 Wib, tidak ada korban jiwa.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Lingga semua pengunjung yang terjebur ke laut semuanya selamat dan tidak ada korban jiwa seperti yang diberitakan oleh media.
Pada saat air pasang besar dan gelombang besar, masyarakat dan pengunjung Pulau Berhala yang baru datang berkumpul di atas jembatan atau dermaga. Banyaknya masyarakat yang berada di jembatan dan dorongan air pasang besar dan gelombang besar, akhirnya jembatan tidak mampu menahan beban.
Jembatan yang roboh sepanjang 12 meter atau empat blok sekitar 15-20 meter dari pantai. Sekitar 100 orang pengunjung terjatuh ke laut.
Sementara itu di ujung dermaga ada 200 orang menunggu gelombang reda karena kapal pompong tidak dapat merapat ke dermaga.
Pengunjung yang jatuh ke laut selamat menggunakan bantuan ban mobil. BPBD Kabupaten Lingga bersama Polri, TNI, Basarnas, dan relawan melakukan evakuasi. Polri membantu evakuasi menyediakan dua kapal dari Satpol Air Polda Jambi dan Polres Tanjung Jabung Timur. BPBD Provinsi Jambi dan Basarnas Provinsi Jambi juga membantu penanganan. Pendataan masih dilakukan.
Tag
Berita Terkait
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan
-
Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik
-
Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar