Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta kepada pihak sekolah yakni Kepala Sekolah dan Guru agar tak melihat peserta didik sebagai sumber mata pencaharian.
"Ini bahaya kalau pihak sekolah berpikiran semacam itu. Menganggap anak didik sumber pencaharian," ujar Anies di kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2016).
Pungutan liar yang dimaksud Anies bisa berupa pembelian buku di luar yang diwajibkan serta kriteria lewat peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 8 tahun 2016. Isi buku harus menjelaskan biodata penulis serta karya dari penulis selama sepuluh tahun.
"Jika nantinya buku tak sesuai kriteria yang ada di Permendikbud nomor 8, orang tua bisa laporkan ke pihak Dinas Pendidikan. Kita di Kemendikbud akan tindak tegas pihak sekolah tersebut dengan memberikan sanksi, bisa pencabutan dana bosnya, pemecatan kepala sekolahnya," kata Anies.
Sementara itu terkait pembelian Lembar Kerja Siswa yang biasanya diwajibkan ke siswa, Hamid Muhammad selaku Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan kalau hal tersebut tak diwajibkan.
"LKS itu tak pernah diwajibkan bahkan kami sudah menghapusnya. LKS itu sudah ditiadakan sejak KBK tahun 2013, kami lebih meminta guru yang memberikan tugasnya," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Sambut Praja IPDN, Wamendagri Bima Arya Tekankan Fokus Pemulihan Permukiman Warga Aceh Tamiang
-
Sambut HUT PDIP ke-53, Atribut Soekarno Run 2026 Resmi Diluncurkan di GBK
-
Pramono Targetkan Inflasi Jakarta 2026 Jinakkan Angka Nasional
-
Polda Metro Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Jakarta Barat! Empat Balita Berhasil Diselamatkan
-
Timnas Futsal Melaju ke Final Piala Asia 2026, Bahlil Lahadalia: Ah Paten Itu!
-
Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?