Suara.com - Para atlet bulutangkis yang sedang menjalani karantina jelang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dikejutkan dengan kehadiran Christian Hadinata. Legenda hidup bulutangkis Indonesia yang punya segudang prestasi ini tiba-tiba muncul di tengah sesi latihan atlet di GOR Djarum di Jati Kudus, Jumat (16/7/2016).
Sontak para atlet datang menghampiri dan menyalami pria berusia 66 tahun ini. Christian hadir untuk menyemangati para pemain yang akan berlaga di Rio de Janeiro pada Agustus mendatang.
Mantan pebulutangkis ganda putra dan ganda campuran era 1970-an ini memang tak pernah merasakan manisnya meraih emas olimpiade, karena bulutangkis baru dimainkan di pesta olahraga dunia tersebut mulai tahun 1992 di Barcelona.
Namun Christian adalah sosok penting dibalik raihan emas bulutangkis Indonesia di sejumlah olimpiade. Sebut saja dua emas yang pernah dipersembahkan sektor ganda putra dari Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (Atlanta 1996) dan Candra Wijaya/Tony Gunawan (Sydney 2000), tak lepas dari peran seorang Christian.
Saat tim berkumpul bersama usai menjalani sesi latihan sore, Christian memberikan sepatah dua patah kata untuk menyemangati tim. Kali ini Christian mengangkat soal kemenangan tim sepakbola Portugal di final Piala Eropa 2016 atas Prancis dengan skor 1-0.
Prestasi Portugal di Piala Eropa 2016 memang sungguh luar biasa. Meskipun punya catatan buruk pada laga melawan Prancis, namun semangat Portugal tak surut.
Dari 24 kali pertemuan, Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo tercatat hanya pernah lima kali menang dari Prancis. Portugal telah kebobolan 23 gol dan hanya mampu mencetak tujuh gol saja dan tak pernah menang dalam sepuluh pertemuan terakhir sebelumnya.
Ditambah lagi, laga final dilangsungkan di kandang Prancis dan di tengah permainan, sang kapten Ronaldo harus keluar dari lapangan karena mengalami cedera.
"Tirulah semangat tim Portugal, walaupun sering kalah dari Prancis, tetapi mereka tetap tampil gigih. Prancis juga tampil di kandang sendiri, begitu banyak yang memprediksikan Portugal akan kalah lagi. Tetapi hasilnya bisa kita lihat sendiri," tutur Koh Chris--sapaan Christian.
"Kami berharap pemain bisa saling mendukung satu sama lain. Hanya sektor ganda campuran yang meloloskan dua wakil, sedangkan sektor lain hanya satu. Namun, mereka bisa saling bahu-membahu dan mendukung satu sama lain. Kebersamaan ini bisa menjadi senjata yang sangat ampuh dalam menghadapi olimpiade," lanjutnya.
Tim bulutangkis olimpiade hampir merampungkan program karantina yang berlangsung sejak 11 Juli lalu. Rencananya, tim akan bertolak kembali ke Jakarta pada besok siang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar
-
Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital