Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya, Kemenkes, BPOM, IDI, IDAI konpres soal vaksin palsu [suara.com/Nikolaus Tolen]
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Daulay sangat menyesalkan kinerja satuan tugas penanganan vaksin palsu yang dinilainya lamban. Pasalnya, Satgas yang dikomandoi oleh Kementerian Kesehatan tersebut kurang tanggap dalam menjalankan rekomendasi Komisi IX DPR RI untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat, khususnya kepada orangtua anak-anak yang divaksinasi dengan vaksin palsu.
"Kementerian Kesehatan saya kira bekerja agak lambat," kata Saleh Daulay di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2016).
Dia mengaku sangat menyesal karena orangtua anak-anak yang divaksin justru hanya mendapat penjelasan dari pihak Rumah Sakit. Padahal pihak RS sebenarnya kurang berkompeten untuk menjelaskan terkait kasus tersebut. Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini khawatir, jika dijelaskan oleh pihak RS dan bukan oleh Satgas yang sebenarnya lebih berkompeten, akan timbul polemik baru.
"Semestinya mereka sudah punya planning yang jelas perencanaan yang jelas," kata Daulay.
Karena itu, Saleh mendesak, hari ini, Satgas untuk menurunkan timnya, paling tidak di 14 Rumah Sakit yang menggunakan vaksin palsu untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait apa saja yang menjadi pertanyaan mereka selama ini.
"Pemerintah yang hadir disitu dan Bareskrim jelaskan disini,"kata Daulay.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Komisi A DPRD DKI Soroti 'Timing' Modifikasi Cuaca Jakarta: Jangan Sampai Buang Anggaran!
-
Pakai Jaket Biru dan Topi Hitam, Wali Kota Madiun Maidi Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
-
Horor di Serang! Makam 7 Tahun Dibongkar, Tengkorak Jenazah Raib Misterius
-
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
-
Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan
-
Panas! Pengacara Nadiem Protes Muka Mengejek Jaksa: Kalau Bikin Kacau Sidang, Kita Hobinya
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang