Kuasa Hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Hidayat Bostam membenarkan semua kesaksian yang telah diberikan Hanie yang sebelumnya dihadirkan Jaksa Penuntut Umum sebagai saksi kunci di sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016) lalu.
"Mereka bertemu bertiga di situ betul. Si Mirna terkapar itu betul. Dan merek membawa ke klinik itu betul. Mereka panik berdua pas Mirna di bawa ke klinik juga betul," kata Bostam saat dihubungi suara.com. Selasa (19/7/2016).
Selain itu, menurut Bostam rekaman kamera pengintai atau CCTV di Kafe Oliver saat Mirna, Jessica dan Hanie melakukan pertemuan pada 6 Januari 2016 silam.
"Memang benar, ketika Jessica itu datang. Kan kalau CCTV dia nggak liat. Kan CCTVnya diputar pas dia datang. Kalau cctv dia memang tidak mengomentari," katanya.
Meski demikian Bostam mengatakan keterangan yang disampaikan Hanie tidak mengetahui Jessica telah menaburkan racun sianida ke Es Kopi Vietnam yang diminum Mirna. Terlebih, Bostam juga menilai dari rekaman CCTV yang diputar jaksa di dalam sidang tidak memperlihatkan kliennya menaruh sianida ke minuman kopi Mirna.
"Tetapi yang dicari itu kan ada nggak sesuatu menabur atau menaruh sianidanya? Kita harus dikejarkan, tapi tidak ada," kata Bostam.
Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Hanie sebagai saksi kunci di persidangan sebelumnya. Saat bersaksi, Hanie menjelaskan saat Mirna mengalami koleps usai meminum Es Kopi Vietnam. Hanie juga mengaku sempat mencicipi minuman kopi tersebut lantaran Mirna mengatakan jika rasa dari kopi tersebut. Tak sampai tenggorokan, Hanie melepehkan kembali kopi yang dicicipinya karena merasa kopi tersebut pahit, panas dan pedas. Jaksa juga memutar rekaman CCTV untuk menyesuaikan keterangan yang telah disampaikan Hanie.
Seperti diberitakan, JPU telah mendakwa Jessica dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Di dalam dakwaannya, jaksa menyebut Jessica membunuh korban dengan cara memasukkan racun ke dalam minuman kopi Mirna lantaran sakit hati.
Sidang terus dilanjutkan setelah majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan kuasa hukum Jessica. Hakim menilai surat dakwaan jaksa telah memenuhi syarat formal dan materil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar