Suara.com - 1 Agustus 1996 jadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia di kancah internasional.
Di tanggal itulah, pasangan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky menghentak dunia dengan berkumandangnya lagu Indonesia Raya dan berkibarnya bendera Merah Putih di puncak tertinggi event olahraga, Olimpiade 1996 Atlanta, Amerika Serikat.
Ricky/Rexy menyumbang medali emas bagi Indonesia, sekaligus satu-satunya dari cabang bulutangkis di Olimpiade 1996. Prestasi ini turut pula jadi kado bagi bangsa Indonesia menjelang hari kemerdekaan yang ke-51 pada 17 Agustus 1996.
Kini, hampir 20 tahun sudah momen itu berlalu. Namun namanya sejarah, tak akan pernah lekang dimakan zaman.
Itu dibuktikan dengan masih segarnya momentum tersebut diingatan seorang anak asal Palembang, Sumatra Selatan, yang kini jadi andalan Indonesia di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Mohammad Ahsan.
Momen itulah yang justru jadi inspirasi Ahsan, yang kala itu masih berusia sembilan tahun, untuk mengejar cita-cita yang sama, walaupun awalnya sang orangtua lebih mengarahkannya ke cabang sepakbola.
"Waktu kecil, saya diarahkan ke sepakbola. Tapi saya memilih bulutangkis, karena bulutangkis adalah cabang olahraga yang bisa membawa nama Indonesia di level dunia," kata Ahsan.
"Saya melihat prestasi senior-senior dulu yang sering juara, rasanya jadi pengen juara juga seperti mereka. Bukan cuma Ricky/Rexy, tapi juga di sektor tunggal," sambungnya.
Keputusannya memilih cabang tepok bulu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan tekun dia terus bekerja keras dalam latihan hingga suatu saat dia punya kesempatan untuk mengasah lagi tekniknya dengan bergbaung bersama klub Djarum.
Di klub ternama yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, tersebut, dia menjelma jadi salah satu pemain terbaik.
Sebelum berpasangan dengan Hendra Setiawan, Ahsan juga menjadi pemain ganda putra andalan Indonesia bersama Bona Septano dan sempat menempati peringkat lima dunia.
Olimpiade 2016 menjadi olimpiade kedua buat Ahsan. Pertama adalah di Olimpiade 2012 bersama Bona. Namun, dia belum berhasil membawa pulang medali.
Beberapa bulan setelah Olimpiade 2012, para pecinta bulutangkis Indonesia dikagetkan dengan munculnya kolaborasi baru Ahsan dan Hendra. Meskipun sempat ada pihak yang pesimis, namun banyak pula yang meyakini pasangan ini akan jadi andalan Indonesia di ganda putra.
Keyakinan itu terbukti. Pada debut mereka di Kejuaraan Dunia 2013, Hendra/Ahsan langsung meraih titel juara dunia dengan membungkam pasangan-pasangan unggulan.
Mimpi pertama Ahsan menjadi juara dunia pun sudah terjawab. Kini, dia bersiap mengejar mimpi selanjutnya, yaitu medali emas olimpiade.
"Gelar juara dunia itu memang sudah jadi impian saya sejak kecil, kalau ditanya orang, pasti jawabannya mau jadi juara dunia. Tapi, medali emas olimpiade adalah incaran semua atlet bulutangkis, apalagi turnamen ini hanya empat tahun sekali," ungkap ayah dua anak ini.
"Saya banyak belajar dari hasil olimpiade empat tahun lalu. Dengan kerja keras, disiplin dan doa, Alhamdulillah saya bisa bertahan hingga Olimpiade Rio. Walaupun di London saya tidak dapat medali, tetapi saya tidak menyerah, saya berharap bisa mendapat hasil yang lebih baik di Rio," lanjutnya.
Bertengger di peringkat dua dunia dan mengoleksi gelar juara bergengsi seperti Kejuaraan Dunia 2013 dan 2015, All England 2014, Medali Emas Asian Games Incheon 2014, Super Series Finals 2013 dan 2015, membuat Hendra/Ahsan menjadi harapan Merah-Putih di olimpiade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta