Suara.com - Rohaniawati Karina dari Yayasan Gita Aklesia yang merupakan pendamping salah satu terpidana mati Sack Osmane mengungkapkan detik-detik sebelum proses eksekusi. Waktu itu, kata Karina, dirinya dan keluarga dilarang menemui para terpidana yang ditempatkan di sel isolasi.
"Rohaniawan diminta menunggu. Sampai jam 10 belum ada tanda-tanda. Cuaca hujan deras dan saya pun basah kuyup. Saya mendampingi Osmane," kata Karina saat konfensi pers di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta Pusat, Mingg (31/7/2016).
Karina kaget saat tahu hanya empat yang dieksekusi, sementara pelaksanaan eksekusi 10 terpidana mati lainnya dinyatakan ditunda. Terlebih, Karina tak diberitahukan mengenai hal tersebut.
"Tapi nahasnya yang dieksekusi hanya empat rang, tiba-tiba yang lain balik kanan. Bisa dibayangkan saat mereka dibawa, Osmane yang terakhir," kata dia.
"Saya juga tidak tahu alasan kenapa hanya 4 yang dieksekusi. Sepertinya negara kita itu lebih baik menghilangkan nyawa dibandingkan kehilangan muka," Kirana menambahkan
Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mengeksekusi mati empat terpindana mati di Lembaga Pemasyarakat Nusakambangan, Jawa Tengah, pada Jumat (29/7/2016) lalu.
Empat terpidana mati yang telah dieksekusi yakni Freddy Budiman (warga negara Indonesia), Humprey Ejike (Nigeria), Gajetan Acena Seck Osmane (Senegal), dan Michael Titus Igweh (Nigeria).
Sementara 10 terpidana mati yang eksekusinya ditunda antara lain Merri Utami (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), Gurdip Singh (India), Onkonkwo Nonso Kingsley (Nigeria), Obina Nwajagu (Nigeria), Ozias Sibanda (Zimbabwe), Federik Luttar (Zimbabwe), Eugene Ape (Nigeria), Pujo Lestari (Indonesia), dan Agus Hadi (Indonesia).
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Industri Fesyen Sumbang PDB RI Rp 120,13 Triliun di Triwulan I 2026
-
Motor Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau di Bawah 5 Juta, Nggak Perlu Nyicil Baru
-
Beyond the Law Malam Ini: Duel Maut Mantan Detektif vs Gembong Mafia
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif
-
5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral