Suara.com - Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 68.097,8 gram sabu di gedung BNN, Jalan M. T. Haryono 11, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/8/2016). Sebelum dimusnahkan, narkoba tersebut dilakukan uji laboratorium untuk memastikan keasliannya.
"Sebelum kita musnahkan, nanti akan kita cek dulu keasliannya, uji laboratorium, kita acak sample, apakah menurut hasil lab, ini masih asli sabu atau palsu," kata Kepala BNN Budi Waseso di gedung BNN.
Budi Waseso mengatakan uji laboratorium penting agar tidak menimbulkan fitnah terhadap institusi. Selama proses pemusnahan, media massa pun diundang untuk menyaksikan.
"Jangan sampai seperti kemarin, diberitakan barangnya di amankan BNN, ditukar bahkan dijual, diedarkan kembali. Kita tidak mau itu terjadi. Kita berusaha seobyektif mungkin," ujar Budi Waseso.
Selain awak media, BNN juga mengundang perwakilan kejaksaan, pengadilan, tersangka, dan LSM.
"Sesuai ketetapan undang-undang, karena ini ada penetapannya juga, barang ini harus sesegera mungkin kita musnahkan, tentu dengan prosedural. Makanya kita ajak teman kejaksaan, pengadilan, dari LSM, dan yang menyaksikan teman-teman wartawan sendiri," ujar Budi Waseso.
Menurut pengamatan Suara.com, sebelum barang haram dimusnahkan, dua petugas laboratorium memeriksanya. Untuk menentukan sample yang akan diuji, wartawan dipersilakan untuk mengambil salah satu bungkusan secara acak.
Berita Terkait
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Penggunaan Whip Pink Makin Menggila, Legislator PKS Soroti Ketegasan BNN
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Legislator PKS ke BNN: Jangan Biarkan 'Whip Pink' Makin Gila, Perlu Ditindak Tegas
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Sindiran Satire ke KPK, Panen Penghargaan Buntut Yaqut Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan
-
Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Pesepeda Lansia Masuk Tol Jogja-Solo, Ngaku Bingung karena Jalan Baru
-
Ucapan Trump Dibayar Kepulan Asap oleh Iran: Tel Aviv Hancur, Warga Panik
-
2 Warga Yerusalem Membelot, Kirim Data Penting Israel ke Iran
-
Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?
-
Kapal Induk AS Mundur dari Palagan Perang Timur Tengah
-
Momen Didit Anak Presiden Prabowo Dapat Kejutan Kue Ultah dari Megawati dan Puan Maharani