Presiden Jokowi menghadiri Hari Peringatan Koperasi Nasional di Jambi, Kamis (21/7/2016). [Biro Pers Istana/Rusman]
Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Asia. Forum tingkat internasional yang membahas masalah pemilihan umum ini akan berlangsung selama satu Minggu pada akhir bulan ini di Bali.
"Kami akan menggelar Asean Electoral Stake Holder Forum tanggal 22-26 Agustus di Bali," kata Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro dalam konfrensi pers di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (9/8/2016).
Forum ini direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo sekaligus untuk membuka acara. Peserta forum itu terdiri dari KPU-KPU dan lembaga NGO se-Asia yang concern dengan Pemilu.
"Pertemuan KPU se-Asia di Bali ini adalah yang ketiga, pertama di Bangkok pada 2012 lalu, kedua di Timor Leste. Tadi kami meminta kepada Bapak Presiden untuk membuka pada tanggal 23 Agustus," ujar dia.
Sebagaimana diketahui, Bali ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan (konferensi) internasional antarpenyelenggara pemilu (KPU) dan pemangku kepentingan Pemilu se-Asia. Kegiatan tersebut bertajuk Asian Electoral Stakeholder Forum III (AESF III).
AESF III akan diikuti 100 peserta dari negara-negara di Asia. Mereka yang diundang merupakan penyelenggara Pemilu se-Asia dan lembaga pegiat Pemilu, baik nasional maupun internasional.
Konferensi AESF III merupakan kerja bersama KPU RI dan Asian Network for Free Elections (ANFREL). AESF I dilaksanakan di Bangkok, Thailand pada 12 Desember 2012. Kemudian AESF II digelar di Dili, Timor Leste.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara