Suara.com - Sepekan dilantik Mendikbud Muhadjir Effendy menebar kontroversi. Mantan Rektor Nuniversitas Muhammadiyah Malang itu mewacanakan menambah jam belajar di sekolah hingga pukul 5 sore. Wacana Mendikbud tersebut menuai pro-kontra.
Ada yang emndukung, tapi tak sedikit yang menenyang. Seorang netizen yang juga orang tua murid, Deddy M. Kresnoputro pun menggalang petisi di laman Change.org memprotes usulan Mendikbud tersebut karena dinilai akan memberatkan anak.
Hingga Rabu (10/8/2016) pagi petisi berjudul “Tolak pendidikan full day/ sehari penuh di Indonesia” itu telah didukung lebih dari 32 ribu tandatangan.
“Belum selesai kita membenahi masalah kurikulum yang kerap kali diacak-acak, sekarang muncul wacana untuk Anak Sekolah Sehari Penuh, dengan alasan pendidikan dasar saat ini tidak siap menghadapi perubahan jaman yang begitu pesat. Semoga bapak-bapak dan ibu-ibu tahu bahwa tren sekolah di negara-negara maju saat ini adalah mengurangi waktu sekolah, tidak ada pekerjaan rumah, dan lebih pada pembangunan karakter anak,” kata Deddy dalam petisinya.
Deddy juga mengutip tulisan seorang guru yang menggarisbawahi bahwa membiarkan anak sehari penuh bersekolah seperti melepas tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya ke sekolah, sekaligus merenggut interaksi antara anak dengan orang tua. Jika kondisi pendidikan seperti itu terjadi, Deddy mengatakan orang akan memilih metode homeschooling atau bersekolah di rumah sebagai opsi pendidikan bagi anaknya.
Petisi selengkapnya bisa dibaca di www.change.org/TolakSekolahFullDay
Sejumlah figur publik juga menyampaikan dukungan terhadap petisi ini. Sophia Latjuba, misalnya, di akun instagramnya memposting petisi tersebut dan mengatakan, “selamatkan pendidikan Indonesia.”
Sementara itu, seorang penandatangan petisi bernama Afri Saragih mengatakan, “Sekolah full day hanya merampas kemerdekaan anak-anak. Sudah terbukti bertahun-tahun sistem pendidikan yang hanya fokus pada angka, hanya menghasilkan manusia manusia tidak kreatif!...Keluarga adalah pendidikan yang utama. Kembalikan keceriaan masa anak anak Indonesia! Jangan penjarakan anak-anak didalam satu gedung bernama sekolah! Karena belajar itu sepanjang masa bukan selama di sekolah. Alam raya adalah sekolah yang sebenarnya!”
Berita Terkait
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pendidikan Gratis Hanya di Atas Kertas? Menyoal Pasal 31 UUD 1945 Pasca-Kasus YBR
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian