Tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso terganggu dengan suara bising dan sorak-sorak dari pengunjung yang hadir dalam persidangan kesebelas kasus kopi 'racun' sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).
"Kami sangat terganggu Yang Mulia (dengan suar sorak-sorak)," kata Ketua tim Jessica, Otto Hasibuan dalam persidangan.
Peristiwa ini terjadi ketika tim kuasa hukum Jessica, Otto menayakan keaslian rekaman CCTV yang diputar dalam persidangan yang menghadirkan saksi dari ahli Informasi dan Teknologi Digital Forensik Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Nuh Al Azhar.
"Saya mohon kepada JPU memutar CCTV yang asli, yang disita oleh polisi pada persidangan ini," kata Otto.
Setelah mengetahui rekaman yang diputar dalam persidangan kali ini bukan file pertama yang disita oleh penyidik kepolisian, Otto pun mempermasalahkannya. Padahal saksi Nuh menegaskan walaupun bukan file pertama namun isinya sama.
"Yang mulia, ini nasib seorang anak manusia. Masak gara-gara ini kita buang waktu soal rekaman bukan yang sesungguhnya. Saya minta dulu. Tolong yang asli diputar dulu," ujar dia.
Akhirnya JPU menuruti keinginan Otto untuk memutar rekaman CCTV asli atau hasil dari sitaan penyidik kepolisan.
Mendengar hal tersebut, pengunjung beserta ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin yang menyaksikan jalanya persidangan bersorak.
"Itu sama rekamanya sama yang tadi. Noh kelihatan Jessica yang lagi garuk-garuk," kata Darmawan ketika menyaksikan rekaman CCTV yang asli diputar.
Mendengar suara 'gaduh' dalam persidangan, Hakim Ketua Kisworo meminta pengunjung untuk tenang. Dia tak sungkan akan mengusir seluruh pengunjung apabila masih tidak tertib.
"Kalau tidak bisa tertib persidangan diskor. Pengunjung bisa meninggalkan ruangan. Ini bukan untuk ditertawai. Kewenangannya saudara hanya untuk mendengar yang terjadi di persidangan," kata hakim Kisworo.
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun