Suara.com - Oknum orang tua murid memukuli guru SMK Negeri 2 di Jalan Pancasila, Makassar, hingga berdarah-darah karena tidak terima anaknya Alif Syahdan ditegur tidak menyetorkan tugas sekolah.
Oknum orang tua murid itu Adnan Achmad (38) sedangkan guru yang dianiaya, Dahrul (45).
"Saya hanya menegur dia (Alif) tidak membawa buku gambar dan tidak mengerjakan tugas rumah, lalu dia marah dan menendang pintu dan berbicara kotor. Saya kasih pelajaran karena tidak menghargai guru, eh kemudian menelepon orang tuanya dan terjadi insiden ini," tutur Dahrul di Polsek Tamalate, Rabu.
Dirinya menjelaskan bahwa tadinya ingin memberikan ajaran kesopanan kepada Alif, namun keburu orang tuanya datang ke sekolah dan mengejar dirinya dipukuli dua kali sampai hidungnya berdarah dan terjatuh, bahkan pelaku sempat masuk ke ruangan kelas melampiaskan amarahnya.
"Saya dipukuli dua kali, satu dihidung sampai berdarah. Dia juga berteriak-teriak dan memaki-maki seolah-olah saya punya kesalahan besar. Inilah yang selalu kami takutkan orang tua siswa saat ini tidak memberikan kepercayaan kepada kami guru untuk mendidik mereka," ulas dia kepada wartawan dengan baju penuh darah.
Kepala Polsek Tamalate Kompol Azis Yunus mengatakan saat ini pelaku sedang di periksa penyidik dan dimintai keterangan terkait kasus pemukulan tersebut. Sementara korban yang menderita luka diwajah sudah di bawa ke rumah sakit dan mendapatkan visum sebagai bagian dari pemeriksaan.
Pelaku diamankan polisi saat adanya laporan masuk terjadi insiden perkelahian. Keduanya kemudian dibawa ke kantor polisi yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban saat itu, lanjut dia, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan wajahnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, penganiyaan itu akibat salah paham. Pelaku dengan penuh emosi mendatangi sekolah SMK Negeri 2 jalan Pancasila dan langsung mencari korban lalu memukulinya. Dari keterangan sementara korban menegur anak pelaku yakni Alif karena tidak menyetorkan tugas rumah.
Kemudian ditegur malah anak pelaku melontarkan kata-kata kotor dan tidak sopan sembari menedang pintu, karena tidak terima diperlakukan seperti itu oleh muridnya korban memberikan pelajaran dengan menampar pipi anak tersebut secara spontan, lalu menelepon orang tuanya dan terjadi kejadian itu.
"Tim penyidik masih melakukan pemeriksaan baik korban maupun pelaku pemukulan. Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan," ucap Azis.
Bahkan pelaku sempat ingin dikeroyok siswa karena melihat gurunya dipukuli secara tidak beradab di lingkungan sekolah. Namun hal itu bisa segera dicegah karena tim Polsek Tamalate segera tiba di lokasi kejadian lalu mengevakuasi keduanya di kantor polisi.
Pelaku, Adnan mengakui bahwa kejadian itu begitu cepat dan menyulut emosinya hingga memukuli guru dihadapan murid-murid di sekolah anaknya karena mendengar anaknya disakiti.
"Saya emosi saat itu dan langsung ke sekolah, kemudian saya melihat guru yang menampar anak saya lalu dikejar dan terjadilah kejadian ini," ujar dia.
Kejadian ini pun memancing reaksi anggota DPRD Kota Makassar Mudzakkir Ali Djamil. Dia menyesalkan terjadinya kasus pemukulan guru yang semestinya tidak terjadi bila diselesaikan dengan kepala dingin baik orang tua siswa maupun guru sekolah setempat.
Main hakim sendiri, kata pria disapa akrab Muda ini menyayangkan perbuatan dan perilaku orang tua murid yang tidak mempercayakan anaknya dididik oleh guru. Apalagi gurub hanya menegur lantas dibalas dengan umpatan kata-kata kasar.
Meski demikian guru juga tidak selayaknya menegur anak didiknya dengan kata-kata cukup kasar sehingga anak-anak bisa melakukan perlawanan, mengingat anak-anak zaman ini terlalu lemah dan dimanjakan orang tua, berbeda pendidikan di masa lalu.
"Guru di sekolah kan pengganti orang tua. Seharusnya orang tua mempercayakan anaknya dididik guru. Kalau tidak mau dididik, silahkan saja orang tuanya mendidiknya sendiri. Guru juga sebagai wali orang tua harus pintar-pintar membaca psikologis anak, sebab tidak semua sama. Berbeda dengan kita dulu sekolah, mau diapakan pun tetap kita patuh, sekarang sudah berubah," ungkapnya.
Ketua Komisi D DPRD Makassar itu menuturkan guru punya hak dan peran vital untuk mengembangkan potensi peserta didiknya, sehingga tenaga pengajar di sekolah sebagai tulang punggung pendidikan bagi anak-anak.
"Bila kejadiannya seperti ini maka guru dan tenaga pengajar akan merasa sedih, apalagi mereka mengajarkan anak-anak budi pekerti malah dijadikan pelampiasan emosi orang tuanya. Sudah banyak kasus yang terjadi, orang tua masih jarang percaya kepada guru dalam hal mendidik mereka," tambah politisi PKS Makassar itu. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif
-
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran
-
Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!
-
Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender