Dwi Ratna kini telah resmi menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra setelah DPRD DKI Jakarta melakukan pelantikan Penggantian Antar Waktu menggantikan Mohamad Sanusi.
Sanusi telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota dewan karena terjerat kasus suap penyusunan Rancangan Peraturan Daerah terkait proyek reklamasi.
"Bahwa saya, dalam menjalankan kewajiban, akan bekerja dengan sesungguh-sungguhnya demi tegaknya kebidupan demokrasi, serta akan mengutamakan kepentingan bangsa dan bernegara daripada kepentingan pribadi, seseorang atau golongan," ucap Dwi saat mengucap sumpah di ruang paripurna DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Dwi Ratna merupakan calon legislatif dari daerah pemilihan Jakarta 6 pada Pemilihan Legislatif 2014. Dwi, yang memiliki gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, mewakili warga Jakarta dari Kecamatan Cipayung, Ciracas, Makasar, dan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dwi dilantik langsung oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.
Dalam rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta Perihal Pengucapan Sumpah atau Janji Anggota DPRD DKI Jakarta Pengganti Antar Waktu Dari Fraksi Partai Gerindra ini turut hadir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan sejumlah pimpinan DPRD DKI Jakarta dan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Seusai pelantikan, Dwi berjanji tidak akan mengulangi kesalahan mantan politisisi Partai Gerindra, Sanusi yang saat ini tengah berurusan dengan KPK. Dia juga berjanji akan bekerja sebaik mungkin untuk rakyat.
"Saya lebih menekankan (bekerja) kepada tugas yang diberikan rakyat, untuk bekerja jujur," kata Dwi.
Masih dikatakan Dwi, kasus yang menjerat Sanusi harunya menjadi pembelajaran seluruh kader partai Gerindra.
"Kasus (Sanusi) itu adalah suatu pembelajaran kepada kami. Sesama kader partai, untuk melaksanakan amanat dengan serius dan sungguh-sungguh," ujar Dwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
-
Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan
-
Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina
-
Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?
-
Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU
-
Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni
-
Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung
-
Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi
-
Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus