Suara.com - Calon gubernur Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Uno mengunggah video ke akun Instagram yang berisi orasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di depan puluhan orang di dalam gedung, Selasa (16/8/2016) sekitar jam 17.00 WIB.
Lelaki maupun perempuan yang berada di dalam gedung tersebut, awalnya meneriakkan nama Sandiaga berkali-kali.
"Sandi, sandi, sandi."
Sandiaga terlihat ada di dalam ruangan tersebut. Sandiaga terlihat tersenyum sambil mengepalkan tangan ke atas.
Lalu, Prabowo yang mengenakan kemeja batik dan memegang alat pengeras suara berbicara dengan lantang.
"Saya harapkan, kalau hormat sama Prabowo, kalau kau cinta sama Prabowo, kalau kau setia sama Prabowo, bantulah Sandiaga Uno," kata Prabowo.
Sorak-sorai pun terdengar.
Sambil tunjuk-tunjuk, Prabowo berbicara dengan lantang lagi.
"Yang tidak dukung Sandiaga Uno antek asing, saudara-saudara."
Sebagian orang yang hadir di ruangan terdengar meneriakkan: "betul, setuju."
Hingga berita ini diturunkan sekitar jam 21.30 WIB, video berdurasi pendek tersebut telah dilihat 4.866 kali dan mendapatkan 70 komentar. Mayoritas komentar merupakan pendukung Sandiaga Uno.
Tetapi ada juga follower Sandiaga yang kurang cocok dengan kata-kata Prabowo yang menyebutkan yang tidak mendukung Sandiaga adalah antek asing.
"Yang tidak mendukung @sandiuno adalah antek asing. Ini merupakan blunder menurut saya! Mudah2an pak @sandiuno tidak banyak blundernya. Sy dukung dengan doa, dan sy apresiasi cara bapak yg membuat acara kampaye sehat dengan joging. Aku yakin itu akan membuat elektabilitas bapak perlahan tapi pasti terus bertambah. Lebih banyak lg kegiatan2 seperti itu, aku yakin pak sandi bisa bersaing dengan petahana," tulis pemilik akun dhabdurahman.
Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh penjelasan resmi mengenai kapan dan dimana pelaksanaan acara tersebut.
Berita Terkait
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos