Suara.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengungkapkan partainya sudah memiliki nama kader untuk diusulkan menjadi calon wakil gubernur mendampingi calon gubernur Sandiaga Uno di pilkada periode 2017-2022. Nama kader yang dimaksud yaitu salah satu ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
"Pak Mardani Bin Ali Bin Sera. Anak Betawi asli. Sekolah dari TK, SD, SMP, SMA di Jakarta, dan selalu juara umum," kata Hidayat di komplek MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Hidayat mengatakan Mardani menamatkan pendidikan S1 di Universitas Indonesia dan S2 di Malaysia. Mardani kini berprofesi sebagai dosen.
Hidayat memuji Mardani sebagai kader PKS yang loyal dan militan. Dia juga memiliki track record yang baik di PKS.
"Beliau pimpinan PKS dari tingkat ranting sampai terakhir jadi ketua DPP PKS bidang kepemudaan. Beliau juga pernah jadi humas PKS. Saya pikir rekan-rekan wartawan cukup dekat dengan beliau. Beliau juga orang yang sangat terbiasa dengan dunia dakwah, terbiasa juga dakwah di luar negeri," ujar Hidayat.
"Yang jelas beliau bukan koruptor, beliau sangat anti korupsi, beliau juga masih sangat muda. Umurnya masih sekitar 48 tahun sekarang ini," Hidayat menambahkan.
Menurut Hidayat setelah nama tersebut diusulkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sinyal positif.
"Secara prinsip Pak Prabowo sudah setuju juga. Dan sudah dikomunikasikan dengan Pak Prabowo. Hanya saja prosesi untuk sampai tingkat deklarasi bersama itu yang kita belum sepakat kapan. Tapi yang jelas, pasti akan deklarasi. Sebelum tanggal 19 Insya Allah," kata Hidayat.
Selain PKS, sejumlah partai lain juga mengusulkan nama kader untuk dipasangkan dengan Sandiaga.
Pada saat bersamaan, Partai Gerindra juga sedang mempelajari hasil fit and proper test terhadap dua kandidat dari birokrat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakrata yaitu Saefullah dan Sylviana Murni.
Berita Terkait
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Bongkar Nasib Khoirudin Usai Tak Jabat Ketua DPRD DKI, PKS: Dapat Amanah Lebih Besar di DPP
-
Tunjuk Suhud Alynudin, Fraksi PKS Jelaskan Alasan Pergantian Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta
-
SK DPP Bocor! PKS Bakal Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz