- Fraksi PKS DPRD DKI memutuskan mengganti Khoirudin dengan Suhud Alynudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta periode mendatang.
- Keputusan pergantian jabatan tersebut merupakan langkah penyegaran organisasi dan konsolidasi internal partai yang telah dipertimbangkan pimpinan pusat.
- Proses pergantian memerlukan tahapan birokrasi formal melalui koordinasi dengan Kemendagri, Gubernur, serta melalui mekanisme rapat paripurna DPRD.
Suara.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta kembali memberikan penjelasan terkait pergantian posisi Ketua DPRD DKI Jakarta, yang saat ini dijabat Khoirudin.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli menjelaskan bahwa keputusan yang diambil merupakan hasil pertimbangan dari jajaran pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
"Iya pasti ada, pertimbangan pasti ada. Tentu saja sudah dipertimbangkan secara matang oleh para pimpinan di DPP," ujar Taufik saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh kader di tingkat wilayah akan senantiasa patuh dan taat pada instruksi pimpinan pusat terkait perubahan struktur kepemimpinan di DPRD DKI Jakarta.
"Kalau kami di DPW, kami di PKS prinsipnya sami'na wa atha'na gitu. Jadi kalau misalnya emang ada perubahan, ya kami dengar, kami taat," paparnya.
Yang jelas, Taufik membantah adanya isu miring atau gesekan internal yang memicu pencopotan Khoirudin dari kursi nomor satu di Parlemen Kebon Sirih.
"Nggak ada. Ini semata-mata memang untuk konsolidasi aja," tegasnya.
Pergantian ini merupakan bagian dari rangkaian penyegaran organisasi dan manifestasi dinamika partai demi kemaslahatan masyarakat.
"Kami memperbarui untuk kebaikan dari masyarakat juga. Kan kemarin memang sudah ada pergantian dari Presiden Partai, kemudian pergantian dari Ketua Fraksi juga kan. Tadinya kan Pak Ismail, sekarang saya. Nah, jadi rangkaian dari itu saja," papar Taufik.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta
Adapun sosok yang ditunjuk untuk menggantikan posisi Khoirudin sebagai nahkoda DPRD DKI Jakarta adalah Suhud Alynudin.
Kendati demikian, Taufik menyebut proses pergantian kursi ketua tidak terjadi secara instan, karena harus melewati sejumlah tahapan birokrasi formal.
"Prosesnya kalau pergantian Ketua DPRD kan mesti dilaporkan ke Kemendagri, Kementerian Dalam Negeri. Kemudian nanti dikembalikan ke DPRD, terus kami juga berkoordinasi dengan Gubernur. Kemudian ada rapat paripurna dulu sebelum pergantian. Jadi, prosesnya masih lama kayaknya," urai dia.
Khoirudin sendiri diproyeksikan bakal mengemban amanah baru di level nasional dalam struktur partai, karena rekam jejak dan pengalamannya sebagai politisi senior.
"Koordinator Pembinaan Pejabat Publik PKS. Tapi itu yang saya dengar kemarin ya, artinya nanti mungkin masih bisa berubah," pungkas Taufik.
Berita Terkait
-
SK DPP Bocor! PKS Bakal Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Minta Evaluasi Mingguan, Ketua DPRD DKI Kawal Kebijakan WFH ASN Jakarta Agar Tak Rugikan Warga
-
Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta
-
Ketua DPRD DKI: RDF Triliunan Rupiah Harus Jadi Solusi Permanen Sampah Jakarta
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi