Suara.com - Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Farizal, hari ini, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi untuk tersangka bos distributor gula CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto terkait kasus dugaan suap kuota distribusi gula impor non SNI untuk wilayah Sumatera Barat tahun 2016.
Farizal diperiksa selama sekitar enam jam. Dia keluar dari gedung sekitar pukul 18.20 WIB.
Melihat wartawan menunggu di depan lobi, Farizal berusaha menghindar dari pertanyaan jurnalis. Dia bungkam sambil terus berjalan ke arah jalan raya.
Sesampai di pinggir jalan, dia berhenti untuk mencari taksi.
Saat menunggu, wartawan terus memberondong dengan pertanyaan, terutama terkait distribusi gula impor yang berujung pada ditetapkannya Ketua DPD (nonaktif) Irman Gusman menjadi tersangka. Tapi dia bungkam terus sampai taksi Blue Bird lewat. Saat itu jalan raya sedang macet. Farizal langsung mendekati taksi.
Terjadi peristiwa lucu, mungkin karena supir taksi melihat calon penumpangnya dikepung wartawan, supir tak mau membukakan pintu. Farizal sampai mengetuk-ketuk pintu agar dibuka.
Tak mendapatkan taksi, Farizal masuk ke gedung KPK lagi.
Di dalam ruang tunggu KPK, dia terlihat cemas karena pindah-pindah tempat duduk terus. Sesekali, matanya melihat ke luar gedung untuk mencari mencari taksi.
Dia terlihat semakin panik karena kelamaan di dalam gedung KPK.
Sampai dua jam lamanya dia menunggu. Sekitar jam 19.20 WIB, dia dijemput empat petugas Kejaksaan Agung. Mereka keluar dari gedung jam 19.30 WIB.
Saat keluar dari gedung, Farizal berlindung di belakang petugas kejaksaan.
Farizal diduga menerima suap Rp365 juta dari Xaveriandy Sutanto. Kasus ini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Padang, Sumatera Barat.
Di tengah penanganan kasus itu, KPK kemudian menangkap Irman Gusman di rumah dinas, Jakarta. Dia ditangkap setelah dikunjungi Xavierandy dan istri: Memi. Irman diduga menerima suap sebesar Rp100 juta untuk membantu mendapatkan kuota gula impor untuk didistribusikan ke Sumatera Barat.
Berita Terkait
-
Suasana Haru Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni, Isak Tangis Keluarga Pecah
-
Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon Digelar Pagi Ini di TMP Giripeni
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
'Biar Anaknya Bangga': Keluarga Sepakat Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni
-
Praka Farizal Naik Pangkat Anumerta Jadi Kopda, Negara Siapkan Pemakaman Militer di TMP Giripeni
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Perkuat Ekosistem Digital Bisnis lewat Pembaruan Qlola New Skin
-
Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah
-
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Tembus Rp69.200 per Kg
-
Qlola New Skin Resmi Diperkenalkan, BRI Tingkatkan Pengalaman Digital Nasabah Bisnis
-
Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi
-
Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris
-
BRI Perkenalkan Qlola New Skin, Dorong Efisiensi Pengelolaan Keuangan Bisnis
-
Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku
-
Tampilan Baru Qlola by BRI Hadir, Kelola Transaksi Bisnis Makin Terintegrasi
-
Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara