Suara.com - Jajaran pengurus Kuartil Nasional Praja Muda Karana (Pramuka) di bawah pimpinan Adhyaksa Dault menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarno Putri di Jalan Teuku Umar 27, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016).
Kepada mantan Presiden RI ke-5 itu, Adhyaksa menceritakan komitmennya untuk membenahi gerakan Pramuka ke depan.
"Kami akan mengadakan rapat koordinasi khusus yang akan dihadiri oleh 34 Kuarda se-Indonesia. Dimana akan membicarakan pramuka ini ke depan. Dan Ibu (Megawati) memberikan waktu yang begitu banyak kepada kami," kata Adhyaksa .
menurut Adhiyaksa, banyak persoalan di tubuh pramuka yang harus dibenahi. oleh karena itu dia butuh masukan dari orang-orang berpengalaman seperti Megawati.
"Ibu banyak memberi masukan kepada kami, termasuk soal persoalan dari hal yang sifatnya filosofis sampai taktis dan teknis sekali. Tapi bagaimana dari sifatnya yang holistik untuk membenahi pramuka ini secara menyeluruh," ujar Adhyaksa.
Dikatakan Adhyaksa, selama dua jam banyak hal yang dibicarakan dengan Megawati.
"Termasuk kami juga sudah menyampaikan kepada Ibu untuk dilakukan revisi Undang-udang Pramuka dan kami menyampaikan permasalahan permasalahan kami. Kami sampaikan semuanya dan ibu menanggapi satu persatu dan terima kasih kami selama hampir dua jam diterima oleh Ibu," kata Adhyaksa.
Intinya, kata Adhyaksa, bahasan yang dibicarakan dengan Megawati terkait regenerasi Pramuka.
"Jadi kami rakorsus ini berbicara tentang pembinaan generasi ke depan. Salah satu poin yang kami terima adalah bagaimana kami membuat program yang terarah, terstruktur dan golnya apa pramuka ini ke depan," kata Adhyaksa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?
-
Bukan Cuma Partai di Senayan, Komisi II DPR Bakal Libatkan Partai Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu
-
Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!
-
KPK Bicara Soal Potensi PT Bluray Jadi Tersangka Korporasi dalam Kasus Bea Cukai
-
Solidaritas Dokter Menguat, IDAI Tuntut Kemenkes Batalkan Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim dkk
-
SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!
-
Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!
-
Wanti-wanti PDIP Usai Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS: Jangan Korbankan UMKM
-
Para Menteri, BPJS, BPS Duduk Bersama Bahas Transisi PBI
-
Gugatan 57 Mantan Pegawai KPK Dikabulkan KIP, Hasil TWK Harus Diungkap ke Publik