Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan tiga WNI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan satu WNI asal Sulawesi Selatan yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf dipulangkan kepada keluarganya hari ini.
"Hari ini (pemulangan). Dipulangkan lengkaplah pokoknya" ujar Wiranto di Jakarta, Senin (26/9/2016).
Pemulangan ketiga WNI tersebut, menurut dia, setelah melalui berbagai proses mencakup pemeriksaan kesehatan, pengurusan visa dan dokumen diplomatik.
Ketiga sandera yang dibebaskan yakni Lorens Lagadoni Koten (34), Teodorus Kopong Koten (42), dan Emanuel Arakian Maran (46). Para pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu merupakan anak buah kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Len yang diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia, Juli lalu.
Setelah dibebaskan di Pulau Jolo, perairan Sulu, pada Minggu (18/9) sekitar pukul 01.00 waktu setempat, ketiganya dibawa ke Kota Zamboanga, Pulau Mindanao, untuk diserahkan kepada pihak KBRI Manila.
Pejabat Bupati Flores Timur Emanuel Kara mengatakan ketiga sandera akan dipulangkan ke desa asal mereka di Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur.
"Korban sandera itu sudah tiba di Jakarta. Mereka dijadwalkan dipulangkan melaui Kupang pada Senin (26/9) malam," kata dia kepada Antara melalui telepon genggam, Senin, terkait kepulangan para sandera tersebut.
Dia sendiri telah kembali ke Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, tetapi ada dua pejabat daerah yang masih berada di Jakarta untuk mendampingi korban sampai pulang ke kampung halaman.
Menurut dia, pada Selasa (27/9) pagi, tiga sandera itu akan melaporkan diri dulu dan petang harinya bisa melanjutkan perjalanan ke Larantuka menggunakan penerbangan perintis.
"Saya sudah mengundang forum komunikasi pimpinan daerah untuk makan malam bersama para korban pada Selasa (27/9) malam, dan Rabu (28/9) pagi baru diantar ke Desa Latonliwo," kata Emanuel.
Pemerintah dan warga Flores Timur menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah melakukan upaya maksimal untuk membebaskan para sandera tanpa ada korban jiwa.
Sementara kepulangan satu WNI bernama Herman Manggak, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, juga telah dikonfirmasi oleh Protokol dan Konsuler KBRI Manila Wibanarto Eugenius.
"Mereka (empat WNI) berangkat dari Filipina pada Sabtu (24/9) dan prosesnya ditangani oleh Kementerian Luar Negeri," kata dia.
Herman Manggak adalah nelayan asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang bekerja di kapal ikan berbendera Malaysia. Ia diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah, Malaysia, pada 3 Agustus 2016. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas