Suara.com - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Mohamad Nazaruddin mengatakan bahwa dirinya diperiksa kembali penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar cepat mendapatkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Hal itu disampaikan Nazaruddin saat hadir di gedung KPK, Rabu (28/9/2016)
"(Kenapa diperiksa lagi?) Katanya mau pengen cepet-cepet ada tersangka baru," kata Nazaruddin seraya masuk ke dalam gedung KPK.
Selasa (27/9/2016) kemarin mantan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat tersebut menyebutkan Mantan Menteri Dalam Negeri Gemawan Fauzi sebagai seorang yang diduga tersangkut dalam kasus ini.
Menurut dia, Gamawan turut menerima gratifikasi terkait proyek e-KTP. Namun, dia enggan menyebutkan bentuk maupun nilai gratifikasi itu. Dia juga mengaku tak sembarangan bicara soal mantan anak buah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini. Pasalnya, kata dia, kasus ini juga terbongkar lantaran Nazar juga merupakan "whistleblower" kasus ini.
KPK sudah 2 tahun lebih menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Lembaga Antikorupsi baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ini pada 22 April 2014 silam. Tersangka itu adalah Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto. Dia berperan sebagai pejabat pembuat komitmen dalam proyek ini.
Hingga saat ini, Sugiharto juga belum ditahan karena sakit. Sementara itu, Lembaga Antikorupsi mengaku kini sedang mendalami aliran dana pada kasus ini. Dalam sengkarut proyek senilai Rp6 triliun itu, negara diduga mengalami kerugian Rp2 triliun. KPK pun sedang mencari yang diuntungkan secara ilegal dalam kasus ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara