Suara.com - Peristiwa ibu bernama Mutmainah (28) menghabisi nyawa anaknya, Arjuna (1), lalu memutilasi menjadi beberapa bagian di rumah kontrakan yang terletak di Jalan Jaya 24, nomor 24, RT 4, RW 10, Tegal Alur, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016) malam, benar-benar menggegerkan.
Salah satu saksi mata yang mengetahui peristiwa setelah Mutmainah memutilasi adalah Lestari (32. Lestari tinggal di dekat kontrakan.
Kepada wartawan, Senin (3/102016), Lestari (32), menceritakan kesaksiannya.
Ketika itu sekitar jam 19.30 WIB. Suami Mutmainah yang merupakan anggota Polda Metro Jaya berpangkat Aipda, Denny Siregar baru pulang kerja. Dia tak bisa langsung masuk kontrakan karena pintu dikunci dari dalam.
"Sekitar jam tujuh atau setengah delapan bapaknya pulang kerja. Karena ke kunci meminta pertolongan warga dan dicoba didobrak sama suaminya bersama warga," kata Lestari di Jalan Jaya 24.
Setelah masuk ke dalam kontrakan, suasananya sunyi. Ternyata, Mutmainah berdiam berada di dalam kamar tidur bersama anak Arjuna.
"Ibunya berada di kamar tidur, dengan kondisi telanjang duduk diam, anaknya terlentang di samping kasur," kata Lestari.
Pemandangan malam itu begitu mengerikan.
"Saya langsung tutup tubuh ibunya pakai sprei kasur, pas itu lihat anaknya sudah terpotong," Lestari menambahkan.
Lestari bersama warga mencoba berbicara dengan Mutmainah. Sambil mengemut jari tangan kiri, jari tangan kanan Mutmainah menunjuk ke arah tubuh anaknya yang sudah tak bergerak.
"Dirinya sambil tersenyum, terus mengatakan jangan berisik, lanjut terus dia menunjuk anaknya sedang tidur, dimana anaknya sudah meninggal," ujar Lestari
Denny dibantu warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polisi Sektor Cengkareng.
Tak lama kemudian, polisi datang. Sebelum polisi membawa Mutmainah, dia ingin mandi dan salat dulu.
"Dirinya kembali bicara, saya mau mandi dan sholat dulu," ujar Lestari, mengulang ucapan Mutmainah.
Saat ini, Mutmainah diperiksa kejiwaannya di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Kasusnya ditangani Polsek Cengkareng. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki
-
Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok
-
Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku
-
Cekcok Berujung Maut, Pelaku Mutilasi Depok Baru Mengenal Korban Lewat Sosial Media
-
Kasus Mutilasi Tanah Merah Depok, Pelaku Buang Potongan Kaki ke Sungai Pitara untuk Hilangkan Jejak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan