News / Nasional
Senin, 10 Oktober 2016 | 04:04 WIB
Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni melakukan pendaftaran di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jumat (23/9/2016) malam. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono enggan mengobral janji melalui kontrak politik kepada masyarakat ketika masa kampanye. Ia memilih untuk melakukan kontrak politik apabila terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saya tidak mau obral janji, bagi saya kontrak politik yang sah adalah ketika seorang dilantik menjadi pejabat publik dalam hal ini Gubernur Jakarta," katanya dalam acara silaturahmi dengan para habib dan habaib di Kalibata, Jakarta, Minggu (9/10/2016).

Agus mengatakan menghindari berpikir terkotak-kotak dengan membuat kontrak politik dengan satu segmen warga Jakarta. Namun menurut dia, di sisi lain segmen masyarakat Jakarta yang lain membutuhkan perhatian sehingga segala sesuatu masalah harus dilihat secara komprehensif.

"Segala sesuatu masalah harus dilihat secara utuh dan komprehensif dan semua harus inklusif melibatkan semua pihak," ujarnya.

Agus berpendapat ada kerawanan bila melihat masalah separuh-paruh sehingga kebijakan yang muncul pun tidak komprehensif. Alasan inilah yang membuatnya memilih untuk membuat kontrak politik ketika dilantik bukan saat ini sebelum pemilihan.

Dalam Pilkada DKI 2017, Agus akan berpasangan dengan Sylviana Murni dan diusung empat partai yaitu Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. (Antara)

Load More