Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil menilai permintaan maaf Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas ucapan yang dianggap melecehkan Al Quran, seharusnya dilakukan sejak awal. Sekarang, ucapan Ahok sudah terlanjur disikapi secara reaktif oleh banyak pihak, bahkan sampai dilaporkan ke polisi.
"Sebenarnya, dari sisi waktu dia (Ahok) terlambat minta maaf. Harusnya ketika di awal, ketika hari pertama, atau kedua. Ketika itu dia minta maaf, dia lebih gentleman. Kalau sudah beberapa hari seperti ini kan kesannya dia terpojok ya. Sudah ramai baru deh (minta maaf)," kata Nasir kepada Suara.com, Senin (10/10/2016).
Nasir berharap permintaan maaf Ahok dilakukan secara tulus, bukan karena terpojok.
"Makanya saya katakan. Jadi minta maafnya untuk sesuatu, bukan karena ingin meminta maaf. Tapi tetap saja, kita nggak bisa menebak hati orang, mengetahui isi hati orang," ujar Nasir.
"Cuma dia kan udah minta maaf, kan nggak mungkin nggak dimaafkan. Tapi dia harus serius minta maafnya, jangan cuma minta-minta saja, karena cuma sudah didesak, atau sudah dilaporkan ke polisi," Nasir menambahkan.
Nasir berharap Ahok dan tim sukses belajar dari pengalaman. Ahok diharapkan jangan mengucapkan kalimat-kalimat yang berpotensi disoal, terutama di media sosial.
"Dia harus menyadari dan meminta kepada semua timnya untuk tidak lagi menggunakan media sosial untuk memperkeruh suasananya. Jangan kemudian minta maaf, tapi tetap saja memprovokasi lewat media sosial," kata Nasir.
Kasus pengutipan ayat Al Quran terus menggelinding jelang pilkada Jakarta. Protes terhadap Ahok pun terjadi di berbagai tempat. Sampai akhirnya, pagi tadi, Ahok menyatakan meminta maaf kepada umat Islam. Ahok menegaskan sama sekali tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan agama dan Al Quran.
Berita Terkait
-
Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Daftar Serpong Warrior Challenge Run 2026, Dapatkan Diskon Tiket via BRImo
-
Strategi Mitsubishi Fuso Kawal Roadmap Implementasi Biodiesel B50
-
Bendera Merah Putih Mulai Menghiasi Jalanan, Mengapa Tradisi ini Penting?
-
Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah
-
60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas
-
Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN
-
Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia
-
Siswi Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati
-
Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat