Suara.com - Polisi Probolinggo tengah mendalami dua kuburan di sekitar Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpin Taat Pribadi di Dusun Sumber Janggelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Polisi belum dapat menyimpulkan apa itu kuburan pengikut Taat Pribadi atau bukan.
"Kita masih menyelidiki informasi dua kuburan itu. Apakah itu korban pembunuhan atau tidak. Kita masih belum tahu soal itu," ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syaifuddin, hari ini.
Mantan Kasubdit II Reskoba Polda Metro Jaya menambahkan polisi sudah mendapatkan identitas salah satu warga yang dikubur.
"Di tengah pendalaman informasi dua kuburan itu. Kami ternyata mendapat informasi dan laporan jika salah satu santri juga tewas di sana. Laporannya santri itu berasal dari Magetan, Jawa Timur," kata Arman.
Penemuan dua kuburan tersebut menambah daftar polisi. Beberapa waktu yang lalu, polisi juga menemukan satu makam.
"Identitas yang dari Magetan itu, sudah dibawa pulang oleh keluarga korban. Hanya meninggalnya saja di sana. Pengikut itu informasinya meninggal tahun 2016 ini," katanya.
Arman mengatakan menurut informasi dua kuburan itu merupakan pemakaman tahun 2013.
"Tunggu ya, kita masih melakukan pendalaman. Kita masih akan menyelidiki identitas dua kuburan ini," kata dia.
Sementara itu, setelah Taat Pribadi terlibat kasus hukum, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat Kabupaten Probolinggo sedang mengkaji penutupan padepokan.
Rencana penutupan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri kepolisian, TNI, Kemenag Kabupaten Probolinggo, Bakesbangpollinmas Probolinggo, serta forum kerukunan umat beragama.
Berdasarkan kajian Bakorpakem, Padepokan Dimas Kanjeng menyebarkan ajaran sesat kepada pengikut.
“Konkrit tentunya kami melaporkan juga menunggu fatwa MUI. Setelah MUI, nantinya akan melaporkan ke Presiden yang tentunya akan membuat surat keputusan apakah ajaran di padepokan itu menyimpang atau tidak. Setelah itu kekuatan struktural kami di daerah siap melaksanakan apakah akan dibubarkan atau tidak,” kata Ketua Bakorpakem Kabupaten Probolinggo yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Edi Sumarno.
Sementara itu, hingga hari ini, sebanyak 212 pengikut Taat Pribadi masih bertahan di padepokan. Alasan mereka karena belum menyelesaikan persyaratan yang pernah disampaikan Taat Pribadi.
Selain itu, alasan mereka karena belum menerima perintah dari ketua yayasan padepokan, Marwah Daud Ibrahim. Jika sudah perintah tertulis, mereka bersedia meninggalkan padepokan secara sukarela.
"Ya untuk saat ini ya maaf pak instruksi sementara pimpinan yayasan belum ada, instruksi pulang dan meninggalkan belum ada, kalaulah ada secara tertulis ya kita siap angkat kaki berangkat secara baik-baik,” kata salah satu pengikut padepokan, Zulfikar.
Tag
Berita Terkait
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia
-
4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
-
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas