Suara.com - Peluang ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, untuk membalaskan kekalahan dari Stoeva bersaudara, Gabriela/Stefani, terbuka lebar. Kedua pasangan dipertemukan pada babak pertama Prancis Open Super Series 2016, Rabu (26/10/2016).
Sebelumnya, pekan lalu, Della/Rosyita harus mengakui keunggulan pasangan Bulgaria itu di babak pertama Denmark Open Super Series Premier 2016 dengan skor 13-21, 21-12, 19-21.
Della/Rosyita mengaku banyak mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut. Keduanya berharap bisa tampil lebih baik dan memetik kemenangan dari Stoeva bersaudara.
"Kendalanya ada dari diri kami secara individu. Kami masih memperbaiki diri terus satu sama lain. Konsistensi dan fokus kami masih belum maksimal. Yang pasti kami ingin lebih baik dari sebelumnya. Kekalahan kemarin mau dilupakan aja, diambil pelajarannya, dan kami ingin fokus lagi kedepannya," kata Della.
"Target kami di level super series inginnya bisa tembus semifinal. Kami akan coba terus, gimana caranya kami bisa terus memperbaiki diri dan bersaing di level ini," Rosyita menimpali.
Selain Della/Royita, Indonesia juga memiliki tiga wakil ganda putri lainnya yang akan bertanding di Stade Pierre de Coubertin, Paris, hari ini. Mereka adalah Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta.
Greysia/Nitya akan berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Emilie Lefel/Anne Tran. Anggia/Ketut ditantang unggulan satu asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Sedangkan Tiara/Rizki bertemu pasangan Cina, Luo Ying/Luo Yu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China