Suara.com - Gubernur Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpesan kepada Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Sumarsono untuk mengawasi persoalan sampah warga Jakarta yang dibuang ke Tempat Pengolahan Samlah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Menurut Ahok, persoalan sampah antara Jakarta dan Bekasi selalu menuai permasalahan setiap tahunnya. Contohnya seperti ada penghadangan yang dilakukan warga Bekasi ke truk sampah DKI yang hendak membuang sampah ke TPST Bantargebang.
"Saya cuma pesan, soal sampah Bantargebang. Soalnya beliau kan Dirjen, jangan sampai ada gesekan antara DKI dengan Bekasi. Itu yang penting," ujar Ahok di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).
Sumarsono atau yang akrab disapa Soni merupakan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemdagri yang mulai bekerja pada 28 Oktober 2016 sebagai Plt gubernur DKI Jakarta.
Tak hanya Ahok yang berpesan, Sumarsono juga meminta kepada Ahok untuk dikenalkan dengan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan. Hal ini bertujuan agar tidak ada program atau pekerjaan yang terkendala disaat Ahok cuti kampanye.
"Beliau lebih menguasai dong dari pada saya. Jadi beliau pengin tim TGUPP itu melekat dengan beliau. Supaya bisa langsung nyambung," ucap Ahok.
Sebelumnya, saat menyampaikan kata sambutan, Ahok menitip pesan kepada Sumarsono terkait pemberian bantuan kepada Kota Bekasi.
"PR (pekerjaan rumah) adalah bantuan kepada Bekasi itu harus diselesaikan. Soal sampah bantar gebang, jangan sampai ada gesekan dengan Bekasi. Itu yang penting," kata Ahok.
Seusai acara, kepada wartawan Soni mengatakan siap menjalankan perintah Ahok dengn baik.
"Sederhana saja, kami bisa koordinasikan dengan Pemkot Bekasi. Saya kira, ada keuntungan sendiri jika jabatan dipengan oleh kemendagri, semua bisa berjalan dengan cepat," ucap Soni.
Untuk diketahui, Soni menjadi pejabat sementara Gubernur DKI terhitung mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Dia resmi menempati posisi tersebut setelah disahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat prosesi peresmian Plt Gubernur dan Serah Terima Nota Pengantar Tugas di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri.
Dalam Surat Keputusan Mendagri yang dibacakan saat acara, Soni diberi sejumlah kewenangan, di antaranya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memfasilitasi penyelenggaraaan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017, dan menjaga netralitas PNS, serta dapat menanda tangani APBD Jakarta dengan persetujuan Mendagri.
Berita Terkait
-
Mendagri Minta Plt Gubernur Jakarta Lakukan Ini Saat Pilkada
-
Mau Sumbang Agus, Ahok, atau Anies, Ketahui Dulu Persyaratannya
-
Begini Cara Ahok Melawak di Depan 'Si Doel' dan Praja IPDN
-
KPUD Jakarta Minta 3 Cagub-Cawagub Laporkan Dana Awal Kampanye
-
Tumpeng Ditolak, Habiburokhman Ingin Ahok Cuti Selama-lamanya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku