Suara.com - Apa pendapat para mahasiswa Jakarta tentang rencana demonstrasi organisasi keagamaan pada Jumat (4/11/2016). Isu yang diangkat ormas Islam dalam aksi besok yaitu proses hukum terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama.
"Nggak setuju, karena itu kan bisa mengancam keamanan negara terus demo ini kan kayak mengangkat isu yang seharusnya nggak perlu dibahas. Ini semua juga kan berawal dari kesalahpahaman kalau menurut saya," kata Rima (20), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
Rima menambahkan untuk merespon kasus tersebut seharusnya tidak perlu memakai cara demonstrasi.
"Kan bisa gitu ya kalau diselesaikan secara kekeluargaan saja nggak usah sampai demo seperti itu," katanya.
Rima memastikan tidak akan ikut-ikutan demonstrasi.
"Ya nggaklah, buat apa, bikin macet, nggak logis saja gitu karena kasus kayak gitu sampai demo," tutur Rima.
Rima curiga aksi massa tersebut telah ditunggangi kepentingan politik, apalagi menjelang pilkada Jakarta.
"Ini sih kayaknya untuk kepentingan politik ya, soalnya kalau teroris sih nggak mungkin juga karena ini terkait kasusnya Pak Ahok kan," katanya.
Dengan adanya pengerahan massa, apalagi dari berbagai daerah, untuk datang ke Jakarta, Risma khawatir akan memicu kerusuhan.
"Iya, soalnya kan massa yang berdemo banyak banget dan pada saat berdemo takutnya mereka tidak mengikuti peraturan yang berlaku. Dari demo-demo yang sebelumnya mereka lakukan juga selalu berakhir dengan bentrok kan," kata Rima.
Hal senada juga diungkapkan Fitri Anissa (22), mahasiswa Bina Sarana Informatika Salemba.
"Saya pribadi sih kurang setuju ya, soalnya kan kalau demo gitu jadi banyak merugikan masyarakat, macet gitu-gitu," kata Fitri.
Walaupun yang demo adalah ormas Islam dan didukung banyak orang, Rima enggan ikut-ikutan.
"Nggak ada niatan ikut demo-demo gitu saya, sebelumnya juga nggak pernah ikut demo apapun. Pasti udah banyak juga kan yang ikut," katanya.
Ketika ditanya apakah aksi demonstrasi dengan nuansa agama bisa menimbulkan perpecahan sesama umat beragama, Fitri mengatakan tidak. Pasalnya, menurut dia, demo besok bukan murni penegakan agama.
"Ah nggak sih menurut saya, demo itu kan bukan untuk urusan agama seutuhnya. Yang penting Ahok dihukum gitu aja kan," ujar Fitri.
Fitri berharap aksi ormas Islam, seperti Front Pembela Islam, berlangsung damai.
"Opini masyarakat banyak emang yang bilang demo itu termasuk aksi teror, cuma kan mereka pembela Islam, masa iya neror umat sendiri, istilahnya gitu," tuturnya.
Fitri mengaku punya kekhawatiran dengan demonstrasi 4 November.
"Ya takut sih, soalnya kan yang udah-udah setiap demo besar-besaran gitu pasti ada aja kerusuhan, tapi semoga saja nggak ada ya," ujar Fitri.
M. Yusuf (20), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, punya pendapat berbeda.
Dia setuju dengan aksi 4 November. Menurutnya aksi tersebut untuk membela agama dan sudah seharusnya umat muslim mendukung.
"Setuju, karena pada awalnya orang yang memimpin adanya demo ini kan orang yang mengerti agama jadi apa salahnya jika kita membela. Kalau yang menentang kasus penistaan agama ini tidak mengerti agama, tidak mungkin mereka akan mempermasalahkan sampai segininya," kata Yusuf.
Ketika ditanya apakah akan bergabung dengan ormas Islam untuk turun ke jalan, Yusuf mengatakan kemungkinan tidak karena pasti tidak diizinkan orangtua.
"Ada niat sih, cuma kan saya nggak bisa ikut karena pasti nggak dibolehin sama orang tua ikut-ikut demo gitu," ujarnya.
Yusuf meyakini demonstrasi 4 November tidak akan menimbulkan perpecahan sesama umat beragama.
"Kalau pecah nggak, karena pemahamannya kita membela agama kita, toh jadi nggak bikin pecah karena aksi yang dilakukan tanggal 4. Itu kan hanya aksi menuntut agar Pak Ahok diproses secara hukum," kata Yusuf.
Menurut Yusuf tujuan demo tersebut murni untuk mendorong penegakan hukum terhadap kasus Ahok, bukan motif politik, apalagi teror.
"Nggak ada kepentingan politik dan teroris sih kayaknya, kembali lagi kan karena aksi itu untuk tujuannya agar Pak Ahok dipenjarakan bukan yang lain-lain," katanya. (Indriana Shinta Tamara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Usai Diusir Massa, Ahok: Kalau Begini Kasihan Warga Jadi Takut
Warga Beringas yang Kejar Ahok, Pukul Ketua RT sampai Masuk RS
PKL Janji Dukung Asalkan Bebas Jualan di Kota Tua, Apa Kata Agus?
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Belanja Skincare Hemat di Guardian? Pakai Promo BRI Ini Dapat Cashback 25 Ribu!
-
Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh
-
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Resmi Pimpin Sementara BI
-
Eksfoliasi Dulu atau Cuci Muka Dulu? Hati-hati, Salah Urutan Bisa Bikin Kulit Rusak!
-
Review Serial Musafir Cafe: Balada Cinta, Ambisi Karier, serta Pengorbanan
-
BGN Tutup 833 Dapur MBG, Tak Dapat Bayaran
-
Lintas Generasi dan Genre! Panggung Megah BRI Jazz Gunung Bromo Bertabur Bintang
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan yang Transformatif
-
Bukan Pakai APBD, KDM Pastikan Uang Sayembara Begal Rp10 Juta Murni dari Kocek Pribadi
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!