15 orang dari Teater Senen dan Barapeta menjadi pusat perhatian karena demo dengan cara main teater. [suara.com/Welly Hidayat]
Semangat sebagian masyarakat muslim yang demonstrasi di Jakarta hingga saat ini belum surut. Mereka terus menyampaikan orasi di depan Istana Merdeka. Setelah tiba waktunya salat Maghrib, secara bergantian mereka melaksanakan salat.
Pantauan Suara.com, warga melaksanakan salat Maghrib terbagi-bagi di beberapa titik, di antaranya di area Monas dan di luar area pagar Monas.
Sementara sebagian salat, yang lainnya tetap berorasi.
Sementara itu di depan gedung Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, 15 orang dari Teater Senen dan Barapeta menjadi pusat perhatian karena demo dengan cara main teater."Ini, kami semua ingin menunjukkan aksi dari yang lain, cara kami dengan teater. Kami tidak memberi judul dari aksi teatrikal ini," kata Ketua Teater Senen Imam Arif.
Suara.com - Aksi mereka untuk mengkritik Presiden Joko Widodo yang mereka anggap melindungi Gubernur Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Ini yang kami ceritakan, Ahok itu dilindungi oleh penguasa dan lembaga kenegaraan. Ada KPK, polisi dan TNI. Mereka melindungi Ahok kok," ujar Imam. (Dian Rosmala)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Bukan Pesta Demokrasi: Penyakit-penyakit Musim Pemilu yang Akan Menjangkit
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini
-
Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis