Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan tak tertutup kemungkinan penetapan status tersangka kepada Basuki Tjahaja Purnama sebagai bagian dari kompromi dengan situasi kebangsaan yang kurang kondusif akhir-akhir ini.
"Saya tidak memungkiri kemungkinan akan hal itu, kadang-kadang keputusan hukum itu seringkali harus berkompromi dengan suasana," kata Muzani di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
Seperti diketahui, ucapan Ahok terkait surat Al Maidah ayat 51 mengundang reaksi sebagian umat Islam. Mereka demonstrasi pada 4 November dan rencananya akan melanjutkan demonstrasi pada 25 November jika penegakan hukum terhadap Ahok tidak tegas.
Meski demikian, Muzani mengatakan penanganan kasus Ahok sudah merupakan ranah penegak hukum. Apapun hasil keputusan hukum, katanya, harus dihargai.
"Kemungkinan itu ada. Tapi sekali lagi, itu ranahnya kepolisian yang tahu. Saya nggak tahu apakah ini jalan tengah atau jalan pinggir. Tetapi sekali lagi kemungkinan itu ada," ujar Muzani.
Muzani mengimbau supaya masyarakat bijak menanggapi putusan hukum.
"Tapi masyarakat harus mengikuti ini dengan baik. Dan menjadikan keputusan hukum ini sebagai cara kita mencari solusi-solusi atas persoalan yang kita anggap berbeda," kata Muzani.
Ternyata, tidak semua penyidik sepakat menetapkan Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. Hal itu diakui sendiri oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto ketika mengumumkan satatus hukum Ahok di Mabes Polri, Jakarta.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove