Suara.com - Partai Politik mengapresiasi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta anggaran keuangan parpol ditingkatkan menjadi Rp9,3 Triliun dari sebelumnya yang hanya Rp13 Miliar. Dengan dana sebesar itu, Partai politik menilai akan semakin menguatkan pilar demokrasi di Indonesia.
"Saya berterima kasih teman-teman KPK melakukan kajian mendalam dalam rangka menguatkan demokrasi dalam pilar politik. Jadi format konstruksi berpikir yang dikembangkan dalam diskusi adalah bagaimana membangun format politik ke depan. Dan jadi bagian yang terpenting itu sistem pendanaan," kata Sekretaris Jenderal Golkar, Idrus Marham di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).
Idrus mengapresiasi pernyataan Direktur Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan yang mengatakan bahwa peningkatan dana buat parpol, karena parpol dinilai sebagai pilar demokrasi yang diatur dalam konstitusi. Oleh karena itu, dana Rp9,3 Triliun, yang setengahnya dibiayai oleh negara menjadi gambaran konkret bahwa negara ikut berperan dalam penguatan pilar demokrasi tersebut.
"Yang perlu dikedepankan adalah tata kelola pendanaan parpol. Implikasinya adanya kedewasaan dan independensi parpol ke depan dalam rangka bangun demokratisasi. Kita anggap KPK yg paling pasti bicara uang. Kalau pihak-pihak lain bicara uang pasti ada apanya," kata Idrus.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Demokrat, Hinca Panjaitan. Menurutnya, apa yang dikaji yang kemudian diusulkan oleh KPK tersebut akan memberikan semangat yang besar kepada partai.
"Ini jadi semangat yang besar. Khusus mengenai pilkada serentak yang terjadi dari tahun lalu sampai hari ini dan kedepan itu perlu energi yang besar dari penyelenggara hingga pengawasnya yaitu salah satunya KPK. Jadi kami usahakan ini akan betul-betul integritasnya terjaga," kata Hinca.
Sementara untuk pengawasan, KPK mengatakan sudah membahasnya. Dengan pengawasan KPK nantinya, pengelolaan keuangan Parpol semakin baik.
"Kajian ini lumayan komprehensif termasuk mengatur sistem pengawasannya. Oleh karena itu hadir juga dari BPKP. Ketika APBN masuk ke keuangan parpol pasti ada audit disitu. Jadi Parpol harus siapkan diri untuk persiapkan tata kelola annggaran belanjanya. Kalau seandainya ditemukan kesalahan, KPK akan bekerja sebagaimana biasanya. Oleh karena itu, untungnya banyak, karena sekarang sistem keuangan parpol belim baik, maka tata kelola jika dibantu negara akan baik," kata Komisioner KPK, Laode M Syarif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya
-
Antisipasi Kepadatan Angkutan Berat, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tanjung Priok
-
Blusukan Prabowo ke Bantaran Rel Senen Dinilai Lebih Spontan, Pengamat Bandingkan dengan Gaya Jokowi
-
Arus Balik Padat, Jasamarga Terapkan Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek
-
Korlantas Berlakukan One Way Lokal KM 132 hingga KM 70 Tol Trans Jawa Pagi Ini
-
Menlu Amerika Serikat Klaim Ada Kemajuan Pembicaraan dengan Iran
-
Studi Ungkap Biaya Tersembunyi Emisi Karbon bagi Ekonomi Global
-
Terharu Presiden Datang ke Bantaran Rel Senen, Emak-emak Berharap Diberi Hunian Layak
-
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
-
Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital