Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada indikasi upaya makar terhadap pemerintah yang dirancang sejumlah kelompok masyarakat menjelang demonstrasi 2 Desember.
Apa saja indikasi yang didapatkan Polri dan dari mana munculnya?
"Saya kira kan ini informasi-informasi yang diperoleh. Kapolri itu kan memiliki jaringan-jaringan, informasi intelijen. Tentu itu dikumpulkan, kemudian dapat dikatakan ini menjadi suatu bagian dari analisa sementara," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (22/11/2016).
Martinus menambahkan polisi saat ini sedang melakukan upaya pencegahan dengan memperkuat pengamanan untuk mengantisipasi kelompok masyarakat yang hendak memanfaatkan demonstrasi 2 Desember untuk usaha makar.
"Ini menjadi kajian kita untuk melakukan pencegahan-pencegahan supaya tidak terjadi upaya-upaya itu (makar)" kata Martinus.
Salah satu upaya preventif yang dilakukan Polri, yakni penerbitan maklumat oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menjelang 2 Desember.
"Sudah disampaikan juga maklumat dari Kapolda itu saja dulu pedomannya. Di dalam maklumat itu kan jelas pemberitahuannya itu kan seperti apa, apa yang boleh dibawa apa yang tidak. Itu tentu menjadi aturan tersendiri dalam sebuah praktik menyampaikan kebebasan berpendapat," kata dia.
Perkuatan pengamanan juga dilakukan di gedung DPR, Senayan, karena ada indikasi rencana pengerahan massa untuk menduduki gedung wakil rakyat.
"Misalnya yang di gedung DPR RI, apa saja potensi-potensi yang ada di sana. Cara bertindaknya apakah kita akan jaga di pintu utara atau timur. Nah itu nanti dipikirkan cara untuk bertindak," kata Martinus.
Upaya pencegahan dilakukan, meskipun sampai hari ini polisi belum menerima surat pemberitahuan dari organisasi masyarakat yang akan demonstrasi pada 2 Desember.
"Yang pertama, kami tunggu dulu surat pemberitahuan ini seperti apa sisinya, nanti kami pelajari, kemudian baru kami tentukan. Dalam hal ini kami tentu memberikan kebebasan dalam arti kebebasan itu diatur oleh UU. Dalam hal ini tentu asa koridor-koridornya dan ada batasan-batasannya," kata Martinus.
Berita Terkait
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Bukan Pesta Demokrasi: Penyakit-penyakit Musim Pemilu yang Akan Menjangkit
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital