Suara.com - Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanyakan transparansi Badan Musyawarah Betawi dalam menggunakan anggaran hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ahok menyesalkan langkah Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Sumarsono yang kembali menganggarkan hibah ke Bamus DKI dari APBD Perubahan 2016.
"Sekarang saya tanya, ormas Betawi, Bamus Betawi itu ada transparansi nggak selama ini? Uangnya dipakai ke mana, terus dipakai di mana? Bukan saya dendam," kata Ahok.
Ahok kembali menyinggung acara Lebaran Betawi 2016 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat beberapa bulan lalu. Pada hari kedua pagelaran salah satu oknum organisasi masyarakat menebarkan pidato yang menyinggung suku, agama, ras dan antar golongan.
Dan Bamus Betawi dikatakan Ahok seringkali menyinggung gubernur Jakarta periode 2017-2022 harus dari Betawi.
"Artinya, ormas apapun yang tidak berdasarkan pancasila, NKRI, undang-undang dasar 1945, maupun Bhinneka Tunggal Ika, maka ormas ini, tidak layak dapat bantuan satu sen pun dari APBD/APBN uang rakyat. Itu prinsip saya," jelas Ahok.
Pada APBD-P DKI Jakarta 2016, Suamrsosno menganggarkan hibah untuk Bamus Betawi sebesar Rp2,5 miliar. Sedangkan pada tahun 2017, rencananya Bamus Betawi akan kbali mendapat hibah sebesar Rp5 miliar dari APBD DKI Jakarta tahun 2017.
"Tapi, sekarang Plt mengatakan (akan menganggarkan) ya saya nggak bisa campur, makanya kita tunggu MK saja. Makanya, saya harap MK cepat putuskan," kata Ahok.
Ahok dari awal seudah menolak Bamsus Betawi kembali mendapatkan dana hibah dari pemprov DKI. Pemberhentian bantuan hibah dikatakan Ahok bukan karena pemprov DKI tidak mendukung kegiatan Betawi.
Baca Juga: Besok, Polisi Limpahkan Berkas Kasus Ahok ke Kejaksaan
"Waktu proposal diajukan kan dianggaran ada untuk Lebaran Betawi. Kalau buat pelatihan budaya segala macam ya taruh di Situ Babakan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur