Suara.com - Sejumlah nelayan Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, melihat detik-detik sebelum pesawat jenis M-28 Sky Truck milik Polri meledak.
Salah seorang nelayan tradisional Senayang, Nurizan, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan peristiwa meledaknya pesawat itu berlangsung cepat setelah jatuh di Perairan Senayang.
"Hanya hitungan detik, meledak. Pesawat itu meledak di laut," katanya.
Nurizan mengatakan nelayan sempat melihat pesawat itu di udara. Beberapa kali mesin pesawat itu tidak terdengar, meski jaraknya dekat dengannya.
"Kemudian jatuh sekitar 1 mil dari tempat saya mencari ketam (kepiting)," ujarnya.
Radian, salah seorang nelayan di Senayang juga melihat kejadian itu.
"Bapak (Radian) sekarang masih membantu petugas mencari korban," kata salah seorang anggota keluarga Radian yang dihubungi Antara.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Antara, nelayan lainnya yang menyaksikan detik-detik menjelang pesawat milik Polri itu yakni Awaludin dan Ikhsan. Namun ponsel kedua nelayan itu tidak aktif.
Para nelayan yang menyaksikan kejadian itu sempat menuju ke lokasi dan berupaya membantu para korban. Namun yang berhasil diselamatkan sejumlah barang milik para korban.
Sementara tubuh korban sudah hancur sehingga nelayan tidak berani mengevakuasinya.
Barang-barang milik korban itu diserahkan kepada Polsek Senayang.
Dari Batam dilaporkan, Kapolda Kepri Brigjen Sam Budiangusdian mengatakan, pesawat Polri M-28 Sky Truck meledak di laut Kabupaten Lingga ketika jatuh pada Sabtu dengan bagian depan pesawat menghujam perairan.
"Lima nelayan yang melihat pesawat itu sempat melayang-layang, mesin antara hidup mati, hidung pesawat ke bawah dan terjadi ledakan di air," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian usai turut dalam pencarian di Telaga Punggur Batam.
Kapolda mengatakan, sejumlah nelayan yang melihat kejadian tersebut dari jarak tidak begitu jauh berhasil menemukan sejumlah serpihak pesawat yang tersebar.
"Hingga saat ini belum bisa dipastikan korban selamat dalam peristiwa ini. Tim masih terus berupaya melakukan pencarian dengan berbagai peralatan yang dimiliki," kata dia.
Ia mengatakan, hari ini Basarnas yang memimpin pencarian sudah membagi pencarian pada empat sektor dengan mengerahkan sejumlah kapal dan helikopter.
"Semua dibawah kendali Basarnas. Kami dari kepolisian mempersiapkan untuk menerima apabila ada korban ditemukan. Semua akan diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Kepri, Batam," kata Sam.
Kapolda mengatakan, kondisi laut pada Minggu cukup tenang sehingga diharapkan bisa mempercepat proses pencarian meski serpihan yang pada Sabtu masih mengambng kini tidak tampak lagi.
"Kemarin serpihan seperti kursi dan tas termasuk serpihan potongan bagian tubuh manusia tampak mengambang. Mungkin karena malam dihentikan, jadi sudah tidak tampak lagi," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura