Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia diharapkan mengesahkan revisi terbatas rancangan undang-undang tentang aparatur sipil negara (APN) dalam rapat paripurna hari ini, Kamis (15/12/2016).
Inisiator RUU ASN Rieke Diah Pitaloka mengatakan, RUU ASN sudah selesai diharmonisasi dan disetujui 10 fraksi dalam rapat pleno Badan Legislasi pada 1 Desember 2016. Baleg, sambungnya, sudah menyurati pimpinan dalam rapat Badan Musyawarah untuk menindaklanjuti keputusan ini, pada 6 Desember.
"Surat sudah saya serahkan sebagai pengusul, beserta draft naskah akademik, draft RUU perubahan, diterima Pak Agus Hermanto," kata Rieke di DPR, Kamis (15/12/2016).
Dia menerangkan, revisi ini harusnya disahkan pada rapat paripurna kemarin. Namun, rapat paripurna itu batal digelar karena pimpinan DPR tidak kuorum.
"Makanya dalam rapat paripurna hari ini diharapkan untuk dibacakan di paripurna dan disetujui menjadi RUU inisiatif DPR, sehingga masa sidang depan bisa dibahas bersama pemerintah," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Sementara itu, di luar DPR tengah digelar aksi damai 1512 yang mendesak supaya RUU ASN ini disahkan dalam rapat paripurna hari ini.
Jubir Komite Nasional Revisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), Mariani mengatakan akan ada 5ribu massa dari 15 forum yang akan beraksi hari ini.
"Kami akan bertahan sampai ketuk palu, dan kami ingin bertemu ketua DPR. Sebentar lagi kami long march ke gedung DPR," kata Mariana dihubungi.
Diketahui, salah satu tujuan aksi damai 1512 itu adalah mendukung DPR RI untuk segera mengesahkan perubahan atas UU tentang ASN sebagai inisiatif DPR. Sedangkan Komite Nasional Revisi UU ASN terdiri dari berbagai perkumpulan.
Yakni, Forum Bidan Pegawai Tidak Tetap Indonesia, Paguyuban Honorer Nusantara (Pager Nusantara), Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu PenyuluhPertanian (FKTHLTBPP). Kemudian, Presidium Perjuangan Ikatan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Indonesia (Presidium Perjuangan ITBBPPI), Forum Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Pengamat Nama Penyakit Nusantara (FK THL TB POPT PHP), Forum Komunikasi Pendamping Perkebunan Indonesia (FKP2I), Forum Komunikasi Penyuluh Perikanan Bantu Indonesi (FKPPBI).
Lalu, Forum Tenaga Inseminator Indonesia (FTII), Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja Nusantara (FKBPPPN), Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI), Forum Komunikasi Penyelia Mitra Tani Nasional (FK PMT Nasional), Forum Komunikasi Pondok Kesehatan Desa (FORKOM PONKESDES) Jatim Forum Penyuluh Komunikasi Petugas Lapangan Gerakan Rehabilitasi Lahan dan Hutan (FKPLG Indonesia) serta Forum Pengamanan Dalam (FPAMDAL).
Berita Terkait
-
Setnov Diperiksa KPK, Rapat Paripurna DPR Hari Ini Dibatalkan
-
Jokowi Kritik Aparat Sipil Negara Tinggalkan Mental Priyayi
-
Jokowi Ingatkan PNS Harus Netral Dalam Pilkada Serentak 2017
-
Tiga Calon Hakim Agung Disetujui Semua Fraksi di Paripurna DPR
-
DPR Akhirnya Sahkan APBN-P 2016 Sebesar Rp2.082 Triliun
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!