Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menetapkan empat target prestasi yang akan dicapai tim Indonesia sepanjang 2017.
"Kami berharap dapat meraih prestasi dalam All England 2017, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017, Kejuaraan Dunia Junior 2017, dan Piala Sudirman 2017," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti selepas diskusi Refleksi Akhir Tahun 2016 Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Jumat.
Selain empat target itu, lanjut Susi, PBSI juga membutuhkan waktu untuk meningkatkan prestasi sektor tunggal putri yang selama ini tertinggal.
"Kami harus bekerja keras untuk mengubah dan meningkatkan prestasi dengan program-program pelatihan," katanya.
Namun, peningkatan prestasi sektor tunggal putri itu tidak dapat dituntut dalam periode dua sampai tiga bulan.
"Hasil dari pelatihan nanti baru akan terlihat dalam dua hingga tiga tahun," kata mantan atlet peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.
Susi mengatakan bahwa pihaknya akan membahas perencanaan program latihan bagi atlet-atlet pelatnas PP PBSI bersama para pelatih, termasuk program latihan bagi pemain-pemain pelapis.
"Itulah alasan kenapa kami akan menghidupkan lagi pelatnas pratama yang menjadi dasar bagi para atlet yang masih muda," kata Susi.
Meskipun belum menetapkan program pelatihan maupun komposisi pemain, Susi mengakui akan tetap menjalankan program pelatihan dari periode sebelumnya, seperti memasangkan atlet ganda campuran Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja.
"Itu adalah program pelatih ganda campuran untuk mencari formula baru mengombinasikan pasangan atlet. Saya melihat itu sebagai hal positif seandainya Liliyana Natsir pensiun nanti dan Tontowi belum mempunyai pasangan," kata Susi.
Tontowi, lanjut Susi, juga berarti telah mendapatkan kepercayaan dari pelatih ganda campuran untuk turut membimbing atlet-atlet pelapis di bawahnya dalam pertandingan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?
-
Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok
-
Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
-
Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas
-
Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan
-
Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran