Partai Gerindra mengusulkan Presidential Threshold dan Parliamentary Threshold nol persen dalam rancangan undang-undang Pemilu. Hal itu sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi nomor 14/PUU-XI/2013 terkait Pemilu dilakukan serentak pada 2019.
"Soal Presidential Threshold, Gerindra mengusulkan itu kembali ke putusan MK, di mana nol persen, hak menjadi partai politik peserta Pemilu," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Muzani di DPR, Jakarta, Senin (16/1/2017).
Dia khawatir, ketika undang-undang Pemilu mengesahkan Parliamentary Threshold dan Presidential Threshold bukan nol persen, hal itu akan digugat ke MK.
Di sisi lain, tidak menjadi masalah ketika nanti calon presiden di Pemilu 2019 menjadi banyak. Menurutnya, makin banyak calon menggambarkan aspirasi masyarakat yang banyak.
Anggota Komisi I DPR ini berpendapat, akan menjadi rancu ketika hasil Pemilu 2014 menjadi syarat untuk partai politik mencalonkan presiden di Pemilu 2019 yang akan dilakukan serentak. Hal ini akan membuat keadaan menjadi tidak fair untuk beberapa partai.
Dia juga menegaskan, keinginan membuat nol persen untuk Presidential Threshold ini bukan untuk menjegal partai berkoalisi untuk mencalonkan presiden.
"Kita tidak berpikiran seperti itu, ini murni kembali ke Putusan MK," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel
-
Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah
-
Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan
-
Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global
-
Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak
-
Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS
-
Viral Guru TPQ Banting Anak di Probolinggo, Kemenag Pastikan Sudah Diproses Hukum
-
Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi
-
Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden